Pulang ke Kampung Halaman, Hokky Caraka Kunjungi SSB Putra Handayani

oleh -
Hokky Caraka
Hokky Caraka saat berada di Stadion Gelora Handayani. (KH/ Kandar)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Pemain Timnas U19 asal Kapanewon Ponjong, Gunungkidul, Hokky Caraka Bintang Briliant kembali ke kampung halaman usai menjalani debut di Piala AFF 2022. Beberapa hari di rumah, selain menikmati waktu libur ia menjalani serangkaian agenda.

Hokky sempat diundang dalam kongres Asprov PSSI DIY. Kemudian Minggu, (17/7/2022) pagi pemain Timnas dengan nomor punggung 9 ini menengok latihan SSB Putra Handayani di Stadion Gelora Handayani. Dia mengaku ingin bernostalgia dengan jajaran pelatih dan rekan belajar di SSB. Sebagaimana diketahui, SSB tersebut menjadi tempat Hokky menempa diri, mengasah ketrampilan bermain bola sejak dini.

“Libur sudah tiga hari, hari ini menengok adik-asik di SSB latihan. Sedikit saya bagi pengalaman saat bermain di level nasional,” kata Hokky.

Saat ditemui, anak ke dua dari 4 bersaudara ini menyampaikan kenangan minimnya fasilitas saat pertama masuk belajar main bola di bawah bimbingan pelatih SSB Putra Handayani. Saat itu, bermain di stadion hanya seminggu sekali.

“Latihan lebih banyak di alun-alun Wonosari. Banyak batu-batu kerikil, lapangan tak ada rumput, lalu kalau hujan becek,” kenang siswa SMA Sayegan ini.

Hokky caraka
Hokky Caraka membagi pengalaman bermain bola di level nasional. (KH/ Kandar)

Putra pasangan Ribut Budi Suryono dan Dwi Endang Lestari ini meminta kepada adik-adik angkatan di SSB untuk semangat berlatih. Sebab, fasilitas latihan semakin baik. Stadion Gelora Handayani ia nilai saat ini jauh lebih memadai ketimbang dahulu.

“Berlatih keras dan motivasi diri. Jangan lupa berdoa. Jangan mudah menyerah,” ucap dia menyampaikan pesan ke adik siswa SSB.

Disinggung mengenai kesiapannya dalam kompetisi, Hokky mengungkapkan, mulai besok ia mulai bergabung latihan bersama klub PSS Sleman. Latihan intens akan dijalani guna menyongsong Liga 1 yang akan bergulir akhir bulan ini.

“Kalau bersama Timnas belum tahu, tapi sebelum pulang, kami diberi informasi akan ada Piala AFC U20,” tukasnya.

Pelatih SSB Putra Handayani, Warto membenarkan, sejak awal berdiri tahun 2003, SSB minim fasilitas. Latihan di alun-alun Pemda tak bisa maksimal. Sebab, tak jarang waktu latihan berbenturan dengan berbagai event.

“Banyak truk masuk sehingga merusak tanah alun-alun. Batu dan kerikil juga sangat menggangu,” kata Warto didampingi Sri Mulyani salah satu pengurus SSB.

Ssb putra handayani
Pelatih SSB Putra Handayani, Warto didampingi pengurus, Sri Mulyani. (KH/ Kandar)

Meski begitu, dia bangga. Sebab, meski serba terbatas SSB Putra Handayani mampu mencetak beberapa pemain yang masuk ke liga level nasional serta menjadi pemain Timnas.

“Ada Rico yang ikut ke Uruguay, Martinus sempat bermain di Timnas U19 dan terakhir Hokky Caraka,” ungkap Warto.

Sambungnya, sejak kelas III SD Hokky masuk menjadi siswa SSB. Dibimbing dan dilatih semaksimal mungkin bersama siswa lain. Dia pun bangga setelah Hokky dipercaya mampu masuk memperkuat Timnas.

“Kami kagum dengan kedisiplinan Hokky latihan. Saat yang lain kadang masuk kadang tidak, Hokky selalu hadir diantar ibunya,” tutur Warto.

Warto mengakui, pasca Hokky memperkuat Timnas, sangat berdampak pada minat masyarakat memasukkan anaknya berlatih bola di SSB yang dia asuh.

“Banyak siswa baru, terutama kelahiran tahun 2013,” ujar Warto. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar