Pohon Kelapa 6 Cabang, Jadi Syarat Pengobatan Tradisional Hingga Petunjuk Togel

oleh -
Pohon kelapa 6 cabang milik Darmo ini mulanya bercabang 9. (KH)
iklan golkar idup fitri

TANJUNGSARI, (KH),– Pohon kelapa langka dan unik terdapat di Padukuhan Wates, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul. Umumnya, kelapa tidak bercabang. Tapi, pohon milik Darmo Yoso (71) ini punya 6 cabang.

“Pohon ditanam oleh bapak sekitar tahun 1954,” kata Darmo, Minggu, (23/1/2022).

4 dari 6 cabang pohon tersebut dapat berbuah dengan baik. Namun demikian, ukuran buahnya tak sebesar pohon kelapa pada umumnya.

Ada sebagian masyarakat yang mempercayai buah pohon kelapa tersebut menjadi obat dan membantu menyembuhkan penyakit.

“Tepatnya menjadi syarat pengobatan tradisional. Yang datang pertama kali dulu berasal dari Jakarta,” terang Darmo.

Sebagian masyarakat lantas meyakini bahwa pohon tersebut memang bertuah. Sebab, konon keluarga orang yang berasal dari Jakarta sembuh dari sakit lumpuhnya.

Tak hanya menjadi syarat pegobatan tradisional, tak sedikit ada yang datang meminta petunjuk nomor togel. Darmo sendiri heran dan mengaku tak tau bagaimana awalnya ada orang yang meyakini demikian.

Darmo berkisah, saat orang tuanya, Jo Dipo menanam dan merawat pohon kelapa yang tumbuh, ia sudah beranjak remaja.

Dia ingat, saat pohon kelapa setinggi sekitar 2 meter pucuk pohon mengering seolah mati. Sebabnya, pohon dimakan serangga yang umum disebut Kewawung. Nyaris, pohon hendak ditebang oleh Jo Dipo.

“Kakak perempuan saya melarang, waktu itu sepulang dari pasar, Mbak saya menaburi ujung pohon dengan garam,” lanjut cerita Darmo.

Tidak berselang lama, di ujung pohon muncul keanehan. Ada benda menyerupai bola namun mengkilap layaknya logam. Dari situ kemudian tumbuh cabang kelapa berjumlah 9.

“Semula ada 9 cabang, tapi 3 cabang diantaranya kemudian mati. 6 sisa cabang kemudian tumbuh semakin tinggi dan membesar,” kenang dia.

Batang utama dianggap tak akan mampu menopang 6 cabang semakin besar. Oleh keluarga dan sanak saudara kemudian bersepakat membuat tanggul agar pohon tidak roboh.

“Tanggul yang dibuat setinggi batang utama. Tanggul disusun dengan batu lalu diurug tanah, semacam menjadi pot,” jelas Darmo.

Saat ini batang utama tak lagi nampak. Setelah dibuat tanggul, 6 batang semakin tinggi hingga 4 diantaranya dapat berbuah. Sekilas jika dilihat, 6 batang pohon kelapa tersebut seperti rumpun dengan pangkal yang menyatu.

“Kalau pas tidak ada buahnya, yang diambil untuk syarat biasanya lidi dan bagian pohon yang lain,” imbuh dia.

Dia tidak melarang ada orang yang mempercayai pohon punya khasiat. Yang terpenting bagi Darmo dan yang hendak dilakukan terus menerus hanyalah merawat pohon sebagaimana pesan orang tuanya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar