Petugas Coklit Data Pemilih Pilkada Gunungkidul Bekerja Asal-asalan

oleh -
Komisioner Bawaslu Gunungkidul, Rosita. (KH).
iklan dispar

GUNUNGKIDUL, (KH),– Bawaslu Gunungkidul kecewa dengan kinerja petugas pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih pemilihan bupati dan wakil bupati Gunungkidul 2020.

Bawaslu menilai Proses Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di Kabupaten Gunungkidul bermasalah. Hal tersebut disampaikan Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul, Rosita S.Pd.I, belum lama ini.

“Laporan sementara berdasar temuan awal, petugas di 4 Kapanewon bekerja asal-asalan saat pendataan,” kata Rosita.

Empat kapanewon tersebut diantaranya, Playen, Tepus, Ponjong dan Panggang. Menurutnya, cara kerja sejumlah petugas dari wilayah tersebut tidak professional karena tidak sesuai aturan.

“Ada petugas Coklit hanya mengumpulkan penduduk di satu lokasi dan melakukan pendataan. Padahal secara aturan, petugas harus mendatangi calon pemilih satu per satu di rumahnya masing-masing,” beber Rosita.

Kesalahan yang lain, petugas tidak mendata saat datang ke rumah sasaran Coklit. Petugas yang datang sekedar menempel sticker. Tak hanya itu saja, ada juga petugas yang mewakilkan tugasnya ke orang lain.

“Hasil kerja seperti itu validitas datanya bagaimana,” keluh dia.

Merespon temuan temuan tersebut, Bawaslu Gunungkidul telah melayangkan rekomendasi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar melakukan proses Coklit ulang.

Rosita menambahkan, demi meminimalisir potensi masalah ia meminta agar KPU mengoptimalkan proses Coklit data pemilih hingga 13 Agustus mendatang.

Terpisah, Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengaku langsung bergerak untuk melakukan Coklit ulang usai menerima rekomendasi.

Pihaknya menegaskan, bahwa tidak semua petugas bermasalah. “Hanya terjadi di beberapa lokasi TPS saja,” kata Hani saat dihubungi. (Kandar)

Komentar

Komentar