Pesanan dari Luar Negeri Terus Mengalir

oleh -
iklan dispar

SEMIN,(KH)– Kerajinan lampu hias yang berada di Dusun Garotan Desa Bendung Kecamatan Semin sekilas tidak beda jauh dengan kerajinan-kerajinan lainnya. Dibutuhkan ketrampilan ketekunan dan keuletan untuk mengelola bisnis itu.

Mengawali usahanya sejak 22 tahun yang lalu, keluarga Rusmani kini kebanjiran order. Tak hanya melayani pasar lokal, usaha yang digeluti Rusmani ini mulai banyak melayani permintaan luar negeri.

Rusmani muda mendapat pengalaman membuat lampu hias saat bekerja di sentra pembuatan lampu hias di Semarang. Namun, dikarenakan keinginan dekat dengan keluarga, dia berhenti bekerja. Kemudian mencoba peruntungan dengan membuka usaha sendiri di tanah kelahirannya di Dusun Garotan.

“Pengalaman kerja di Semarang, saya coba kembangkan di rumah, hasilnya alhamdulilah lumayan,” katanya saat ditemui di rumahnya beberapa pekan lalu.

Selain mampu mencukupi kebutuhan keluarga, hasil usahanya kini dapat mencukupi kebutuhan 12 orang karyawan yang bekerja kepadanya. Untuk mencapai kesemuanya itu, dibutuhkan proses yang lama. Selain harus memulai dari nol, juga dibutuhkan ketekunan dan keuletan dalam mengelola usaha ini.

“Semua tidak berjalan mulus, saya pernah mendapat sedikit masalah saat melayani pesanan dari Yunani, ya namanya usaha pasti ada manis pahitnya,” katanya.

Pengalaman yang kurang mengenakkan yang diterimanya, tidak lantas menyurutkan niat Rusmani untuk berhenti melakukan ekspor. Sayapnya kembali dikembangkan, hingga beberapa negara seperti Malaysia dan Thailand memesan lampu hias kepadanya.

“Saat ini kami lebih fokus untuk menggarap pasar lokal. Tapi kalau ada order dari luar negeri kami siap memenuhinya,” ungkapnya.

Dalam menggerakan bisnis kerajinan lampu hias ini, ia tidak sendiri. Dengan dibantu anaknya, Marhaban, saling bahu membahu untuk mengembangkan usaha ini. Sang ayah bekerja sebagai teknisi, sedangkan anaknya bekerja sebagai tenaga pemasaran.

Dia akuinya, dalam sebulan omzet yang didapatkan tidak menentu, karena tergantung order pemesanan. Angkanya pun naik turun mulai Rp 20 juta sampai Rp 60 juta. “Ya kami mensyukuri semua yang diberikan. Yang jelas, dari usaha ini masih ada sisanya,” katanya sambil tersenyum.

Dalam sebulan, kerajinan lampu hias Barokah ini mampu memroduksi lampu hias biasa sebanyak 300 buah. Namun, untuk yang sulit hanya mampu membuat 3 buah saja. Harganya pun bervariasi, kalau yang biasa harganya Rp 350 ribu, sedangkan untuk yang mahal harganya bisa mencapai Rp 18 juta.

“Biasanya dilihat dari tingkat kesulitan pembuatan, serta ornamen pendukung lampu hias tersebut,” pungkasnya.(Juju/Bara).

Komentar

Komentar