Dengan berjualan secara online, kini Susanto dapat lebih leluasa mengatur volume produksi . Ia berusaha menjaga stok produksi agar mampu melayani pemesanan. Jaminan layanan paska pembelian benar-benar diperhatikan agar pembeli merasakan puas terhadap produk yang digunakan.
Untuk bahan baku atau komponen produk, Susanto mengungkapkan bahan untuk perangkat yang ia rakit tersebut ada di pasaran umum komponen elektronik di Jakarta. “Khusus untuk komponen IC, kami juga telah memiliki pemasoknya. Produk tersebut memang masih harus diimpor dari China,” ungkapnya.
Sebagai pengembang produk industri kreatif rumahan, Susanto mengakui bahwa apa yang telah dikembangkan ini bermula dari semangatnya sebagai pemuda perantau yang penuh keterbatasan harus berjuang menghidupi keluarga. Sebelum merantau di Bekasi, selepas lulus SMK Muhammadiyah Playen pada tahun 2000, ia sempat mendaftar menjadi TKI di Korea dan Jepang. Orang tuanya sudah keluar uang banyak untuk keperluan ini itu, tetapi ternyata ia tak kunjung diberangkatkan. Nasib baik datang ketika pada tahun 2002 ada rekrutmen dari PT AHM di salah satu sekolah di Wonosari. Ia termasuk yang lolos seleksi dan kemudian bekerja di perusahaan tersebut sampai saat ini.
Diluar kesibukannya bekerja dan berbisnis, Susanto juga aktif ikut organisasi anak-anak muda perantau asal Gunungkidul. Pada 2015 lalu, ia dikukuhkan sebagai Ketua Umum Ikaragil atau Ikatan Anak Rantau Gunungkidul. Susanto tak segan selalu mengajak rekan-rekan sesama perantau untuk berkiprah mengembangkan usaha sesuai bidangnya masing-masing. Ia juga berharap agar rekan-rekan sesama perantau untuk bersedia melakukan kegiatan sosial tanpa harus mendompleng atau didomplengi kepentingan pihak tertentu atau kepentingan politik praktis. (Tugi).
**
Pembaca yang ingin mengetahui atau memesan produk ini dapat mengontak Susanto melalui web: sansans-auto.com.





