Lahan 1 Hektar Menghasilkan Rp. 50 Juta Dalam Sekali Periode Panen
“Kedepan kami mendorong peningkatan budidaya skala ekonomi di berbagai wilayah melalui kemitraan dengan masyarakat dan kelompok tani dimulai dari kegiatan penanaman kebun kayu putih sampai pada proses penyulingan minyak dan pemasarannya yang dikemas dalam model kemitraan usaha Inti-Plasma,” papar Santosa Yudo Warsono.
Disampaikan, melalui dukungan program insentif inovasi industri dari Kemenristek-BRIN, selain di Playen-Gunungkidul, BBPPBPTH juga membangun kemitraan kebun plasma kayu putih di beberapa lokasi lainnya, yaitu di Biak-Papua, Pekanbaru, Lampung dan Madura. Jumlah kebun plasma kayu putih nampaknya akan terus bertambah seiring naiknya minat masyarakat dan peluang pasar yang besar.

Dalam rangkaian acara penyulingan perdana kayu putih unggul dari kebun kayu putih yang dikelola oleh BBPPBPTH bekerjasama dengan KTH Inovasi Tani Makmur pada petak 95 dan 93, juga ditandai dengan penyerahan produksi minyak kayu putih secara simbolis kepada CEO PT Eagle Indo Pharma.
Dukungan inovasi hasil riset tanaman kayu putih dan terjalinnya kemitraan usaha industri yang saling menguntungkan tersebut, diharapkan akan mampu mendorong terwujudnya Indonesia swasembada minyak kayu putih yang berdampak pada peningkatan perekomomian bangsa dan kesejahteraan masyarakat.
“Tiap satu hektar dalam sekali periode panen sekitar 8-9 bulan dapat menghasilkan uang mencapai Rp50 jutaan,” imbuh Santosa Yudo Warsono. (Kandar)
Simak video berikut:
https://youtu.be/ohhWMMZlUkE







