Pengurus ATPUSI Gunungkidul Terbentuk, Optimalkan Peran Pada Dunia Pendidikan

oleh -
Rangkaian kegiatan pelantikan pengurus ATPUSI Gunungkidul 2015-2019. KH/ Kandar
iklan dispar
Rangkaian kegiatan pelantikan pengurus ATPUSI Gunungkidul 2015-2019. KH/ Kandar
Rangkaian kegiatan pelantikan pengurus ATPUSI Gunungkidul 2015-2019. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)-– Pengurus Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI) baru Kabupaten Gunungkidul periode II (2015-2019) terbentuk. Pelaksanaan pelantikan sekaligus seminar bertema kebijakan pemerintah dalam pengembangan perpustakaan sekolah untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, dilaksanakan di Bangsal Sewoko Projo, Kamis, (28/7/2016).

Dengan terbentuknya pengurus baru diharapkan perpustakaan dapat lebih berperan di dunia pendidikan. Perpustakaan seolah menjadi jantung sekolah, sebagai salah satu unsur yang menunjang kemajuan dunia pendidikan.

Ketua ATPUSI DIY, Agus Subagyo, S.I.Pust mengatakan, perpustakaan merupakan obyek yang sangat vital bagi dunia pendidikan, sehingga melalui asosiasi atau wadah pustakawan ini diharapkan dapat mendorong peran perpustakaan bagi dunia pendidikan lebih nyata.

“Wadah ini juga untuk meningkatkan kompetensi pustakawan, sehingga akan berdampak bagi sekolah atau lembaga pendidikan,” katanya disela acara pelantikan.

Pihaknya juga menghimbau kepada pustakawan untuk meningkatkan kinerja dan layanan yang diberikan, salah satunya dengan menambah jumlah jam layanan perpustakaan pada tiap-tiap lembaga.

Mewakili kedatangan Bupati, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Siwi Iriyanti, M.Si, mengucapkan selamat atas terbentuknya pengurus baru tersebut.

Pihaknya mengakui, Optimaslisasi peran tenaga perpustakaan memiliki kompleksitas faktor penghambatnya, beberapa disebutkan, seperti tingkat partisipasi dan komitmen guru dalam memanfaatkan perpustakaan sekolah dalam proses pembelajaran, kurangnya kepedulian manajemen sekolah dalam mendukung pengembangan perpustakaan sekolah sehingga layanan berjalan seperti apa adanya.

“Koleksi buku dan fasilitas pendukungnya dapat dianggap stangnan atau kurang dinamis perkembangannya,” ujar dia.

Senada dengan ketua ATPUSI DIY, diakui masih kurangnya SDM tenaga perpustakaan yang memiliki kompetensi dalam mengelola dan mengoptimalkan perpustakaan sekolah. “kemudian juga karena kemajuan perangkat teknologi informasi yang mempermudah akses informasi sehingga mengendurkan minat membaca buku,” terang Siwi.

Maka, sambung dia, adanya seminar yang digagas oleh ATPUSI disambut baik, seluruh peserta diharapkan dapat bersama mencermati dan menganalisa serta, mencari solusi terbaik dalam meningkatkan efektifitas perpustakaan.

Dalam pelaksanaan seminar, nara sumber sebagai pemateri yakni Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Sudodo MM, dan Kepala Kantor Perpustakaan Dan Arsip Daerah (KPAD) Gunungkidul, Ali Ridlo MM. (Kandar)

Komentar

Komentar