Pencipta Tugu Handayani Berharap 17-an Menjadi Momentum Untuk Renovasi

Tugu Handayani yang pertama kali dibuat oleh Gunarto. KH/ Kandar

Gunarto berkisah, ide membuat tugu tersebut muncul saat pemerintah kabupaten saat itu menetapkan makna atau kepanjangan slogan Handayani. Instruksi untuk mensosialisasikan arti slogan menyebar ke pelosok-pelosok termasuk ke wilayah Gunarto. Dirinya sadar kepanjangan slogan Handayani sulit dihafal. Lalu ke luarlah ide membuat tugu yang dibubuhi kepanjangan slogan Handayani. Dengan  begitu warga yang melintasi tugu lebih sering membaca kepanjangan slogan. Dipastikan warga lebih mudah mengingatnya.

Ide tersebut sebetulnya hanya diperuntukkan untuk wilayah RW Gunarto saja. Agar warga di wilayahnya mudah ingat atau hafal apa makna ‘Handayani’. Akan tetapi sebuah peristiwa kebetulan terjadi. Peristiwa yang membuat tugu tersebut dibangun di seluruh wilayah Gunungkidul atas instruksi bupati.

Bacaan Lainnya

“Tugu ke empat di Padukuhan kami kebetulan dibangun di tepi jalan besar. Saat pengerjaan pembangunan tugu berlangsung, Bupati Soebekti melintas. Beliau berhenti lalu bertanya ke pekerja mengenai apa yang dibuat,” kenang Gunarto.

Setelah mendapat banyak keterangan, bupati menghendaki untuk memanggil Gunarto. Ajudan bupati kemudian mencari Gunarto. Memintanya untuk menghadap dengan segera. Di hadapan bupati ke 22 itu Gunarto menyampaikan alasan, makna filosofi dan tujuan membuat tugu.

Kagum dengan ide Gunarto bupatipun meminta sketsa gambar tugu untuk diperbanyak kemudian disosialisasikan untuk dibangun di seluruh wilayah Gunungkidul.

Semenjak tugu disosialisasikan untuk dibangun, warga kemudian berswadaya membangunnya. Diprediksi jumlah tugu yang dibangun mencapai hingga 10.000 tugu.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait