Pelajar 9 Tahun Meregang Nyawa Usai Tenggelam di Ladang yang Tergenang

oleh -
Lokasi tenggelamnya bocah di Kalurahan Monggol, Kapanewon Saptosari. (dok. Polsek Saptosari)
kadhung tresno

SAPTOSARI, (KH),– Peristiwa tragis menimpa seorang bocah berusia 9 tahun. Pelajar yang duduk di bangku SD tersebut meregang nyawa usai tenggelam di genangan air di kawasan ladang Padukuhan Mojosari, Kalurahan Monggol, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (28/10/2020).

Kapolsek Saptosari, AKP Awal Mursayanto menginformasikan, hujan dengan intensitas yang cukup deras sehari sebelumnya menimbulkan genangan air di area lembah atau cekungan. Seperti yang terjadi di ladang milik Adi Suwito (65) warga Sawah RT 03/05, Kalurahan Monggol, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul.

Genagan air tersebut memicu ketertarikan anak-anak untuk bermain air. Sebagaimana dilakukan korban, Niken Ambara dan teman-temannya.

“Korban dan teman-temannya kurang lebih berjumlah 10 anak bermain air di tegalan yang tergenang air hujan itu,” terang Kapolsek ketika dihubungi.

Saat bocah-bocah bermain tidak ada warga usia dewasa yang mengawasi. Berdasar informasi yang dihimpun, mulanya korban bermain di pinggir dengan kedalaman sekitar 60 centimeter.

AKP Awal meneruskan keterangan, lama-lama korban bermain semakin ke tengah hingga akhirnya tenggelam. Mengetahui korban tenggelam teman-temannya lantas keluar dari air dan berlari ke rumah warga untuk meminta pertolongan.

Warga setempat, Majimin (50), Heri Prihatin (37) dan Jumari kemudian bergegas ke lokasi genagan air dengan luas mencapai ratusan meter persegi itu. Saat upaya pencarian dilakukan korban tidak terlihat di permukaan air.

“Setelah pencarian dilakukan selama sekitar 30 menit, sekira pukul 12.30 WIB, kaki Heri Prihatin yang masuk ke dalam genagan air menyentuh sesuatu. Setelah dicek ternyata korban tenggelam,” imbuh Kapolsek.

Selanjutnya bersama dengan Jumari, Heri menolong korban. Mereka mengangkat korban dari dalam air di bantu warga lain. Sesaat setelah diangkat, korban sudah tidak bernafas. Korban langsung dibawa ke rumah sakit guna mengupayakan pertolongan.

Namun demikian, sesampainya di rumah sakit korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Pihak rumah sakit menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban meninggal dunia murni karena kecelakaan.

“Berdasar pengecekan selanjutnya, kedalaman air di titik korban tenggelam kurang lebih sekitar 2 meter,” tukas Kapolsek. (Kandar)

Komentar

Komentar