Pak Dukuh Akhirnya Mengundurkan Diri

oleh -
kadhung tresno

SAPTOSARI, kabarhandayani.– Dukuh Dondong, Desa Jetis, Kecamatan Saptosari, Dukuh (Skm) akhirnya bersedia mengundurkan diri. Meskipun waktu berunding berjalan alot, desakan yang dilakukan oleh ratusan warga sejak pagi akhirya berhasil membawa Skm menadatangani surat pengunduran diri.
Kepala Desa Jetis Sunarso mengatakan pemecatan dukuh bukanlah hal yang mudah. Menurutnya harus melalui beberapa tahapan yang prosedural yang harus dilaksanakan. Ia menjelaskan, seorang dukuh dapat dilengserkan dari jabatannya jika memenuhi beberapa kriteria.
Lanjut Sunarso, seorang dukuh bisa dituntut mundur jika yang bersangkutan berhalangan tetap dan mengundurkan diri. “Posisi yang menimpa Skm ini sangat berat, untuk memberhentikannya harus ada prosedur yang benar,” papar Sunarso di hadapan warga, Kamis (17/7/2014).
Sunarso memaparkan, dalam memecahkan masalah tersebut Surat Keputusan (SK) pemberhentian dibuat dengan kesepakatan warga. Perangkat desa setempat tidak mau jika dalam pemberhentian dukuh tersebut, akan berdampak pada masalah yang lebih panjang.
Sukar salah satu warga di hadapan perangkat desa menuntut agar Kepala Dukuh tersebut mengundurkan diri. Warga masyarakat desa Dondong juga sepakat untuk menadatangani surat pernyataan bahwa pengunduran diri Kepala Dukuh  tersebut merupakan tuntutan warga.
Di hadapan warga, Kepala Dukuh Skm akhirnya membuat surat pengunduran diri. Disaksikan oleh Kepala Desa Jetis dan Perangkat, Dukuh Skm akhirnya bersedia menandatangani surat pengunduran dirinya. “Saya melakukan ini atas tuntutan warga, ini saya lakukan dengan legowo,” kata Sukamto.
Setelah surat pengunduran diri dibuat, perangkat Desa Jetis berjanji kepada seluruh warga untuk segera memprosesnya. Warga pun kemudian satu persatu meninggalkan balai desa. Aksi yang dilakukan oleh warga tersebut juga mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. (Juju/Hfs)

Komentar

Komentar