Pagi-Pagi Berangkat Ke Ladang, Sarno Bunuh Diri Di Gunung Jowo

oleh -
ilustrasi. perbukitan yang mengelilingi ladang di wilayah Kecamatan Tepus. KH
iklan dispar
ilustrasi. perbukitan yang mengelilingi ladang di wilayah Kecamatan Tepus. KH

TEPUS, (KH),– Kepergian Sarno (55) ke ladang saat pagi masih agak gelap tak dicurigai keluarganya. Warga Padukuhan Pulegundes, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul itu mengaku hendak mencari pakan ternak.

Keganjilan muncul dirasakan setelah hari berangsur petang. Sarno tak biasanya pulang hingga menjelang gelap. Keluarga dibantu tetangga memutuskan mencarinya di ladang. Kecurigaan keluarga dan  warga terjawab, Sarno ditemukan tak bernyawa gantung diri di Pohon Akasia.

Perihal meninggalnya Sarno dengan cara gantung diri dilaporkan ke pihak berwajib dan beberapa unsur terkait diantaranya Polsek Tepus dan SAR, serta tim medis. Selain untuk memastikan penyebab hilangnya nyawa Sarno, pihak-pihak yang telibat dibutuhkan guna keperluan evakuasi.

Sekertaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto menuturkan, lokasi gantung diri berada di alas Gunung Jowo. Lumayan jauh dari lokasi kediaman pelaku gantung diri. Selain jauh, medan jalan yang dilalui cukup sulit.

“Salah satu warga setempat yang pertama kali menemukan Sarno dalam keadaan meninggal dunia gantung diri yakni Wandi. Pelaku gantung diri di pohon Akasia setinggi 140 cm,” terang Surisdiyanto.

Setelah pihak berwenang mendapat kejelasan penyebab kematian Sarno, jasadnya kemudian diantar ke rumah duka saat hari sudah benar-benar gelap. Suasana haru bercampur penasaran menyelimuti benak warga.

Sementara itu, Kapolsek Tepus, AKP Mustaqim menuturkan, dari keterangan yang dihimpun, Sarno dan keluarga sebelumnya terlibat perselisihan.

“Ada kemungkinan perselisihan itu menjadi pemicunya. Disebutkan juga belakangan Sarno nampak berbeda dari biasanya.Nampak murung,” tukas AKP Mustaqim, Sabtu, (8/9/2-18). (Kandar)

Komentar

Komentar