Optimalisasi Lahan Kering di Gunungkidul, Kementan Salurkan Bantuan Rp5,6 Miliar

oleh -
opla
Penyerahan Bantuan OPLA bagi Poktan di Gunungkidul. (dok. DPP Gunungkidul)

WONOSARI, (KH),– Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) menyalurkan bantuan guna Optimalisasi Lahan Kering (OPLA) di Gunungkidul senilai Rp5,685 Miliar.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta dan jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY serta Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul di ruang rapat Handayani komplek Sekretariat Daerah (Setda), Senin (9/8/2021).

Kepala DPKP DIY, Ir.Sugeng Purwanto, MMA saat penyerahan mengatakan, bantuan tersebut diberikan kepada 40 kelompok tani (Poktan) yang tersebar di Gunungkidul. Masing-masing Poktan menerima Rp142.125.000.

“Tantangan yang muncul akibat pandemi Covid 19 diantaranya kemiskinan, ketimpangan, pengangguran dan ketahanan Pangan. Maka perlu diantisipasi dengan cermat. Solusi pada daerah spesifik lahan kering salah satu upaya pemerintah dengan Kegiatan OPLA yang termasuk dalam kegiatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahun Anggaran 2021,” paparnya.

Dijelaskan, OPLA juga didasarkan adanya peringatan dini dari FAO tentang krisis pangan. Hal tersebut meningkatkan perhatian pemerintah akan pentingnya ketahanan pangan dalam jangka panjang.

Sugeng Purwanto menyebutkan, adapun tujuan kegiatan OPLA yakni meningkatkan indeks pertanaman atau meningkatkan produktifitas tanaman pangan/ perkebunan/ hortikultura serta meningkatkan partisipasi Poktan dalam mengelola lahan pertaniannya.

Sebagaimana data luas lahan sawah milik BPS dan Kementrian ATR/BPN tahun 2019, luas lahan Kabupaten Gunungkidul mencapai 31.973 hektar (atau sekitar 42%) dari total luas lahan daerah Istimewa Yogyakarta 76.273 hektar.

“Maka dari itu kegiatan OPLA di Kabupaten Gunungkidul tepat sasaran. Bantuan ini lebih memberi kesempatan dan mendukung petani dalam hal tambah tanam dan produksi tanaman pangan dan hortikultura guna mendukung ketahanan pangan di Gunungkidul dan DIY pada umumnya,” terang Sugeng.

Kepala DPP Gunungkidul, Ir Bambang Wisnu Broto menambahkan, dengan bantuan yang diterima, tiap Poktan melaksanakan optimalisasi lahan kering seluas 25 hektar untuk tanaman pangan dan luas lahan minimal 10 hektar untuk tanaman hortikultura. OPLA di Kabupaten Gunungkidul totalnya mencapai 1000 hektar.

“Bantuan dipergunakan untuk rehabilitasi dan atau pembangunan penampung air, pembangunan instalasi unit pompa dan kelengkapannya, serta pengembangan sumber air alternatif lainnya seperti damparit atau perpompaan, perpipaan atau sumur,” rinci Bambang.

Dalam kesempatan tersebut, Sunaryanta berpesan agar para Poktan penerima dapat memanfaatkan bantuan pemerintah sebaik mungkin.

“Bantuan menjadi salah satu solusi kebutuhan air dalam usaha pertanian. Pertanian itu penting di samping pariwisata. Karena di masa pandemi telah terbukti pertanian mampu tetap eksis sehingga pada triwulan 1 dan triwulan 2 pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian tetap tumbuh,” terang Sunaryanta.

Pihaknya juga meminta OPD terkait perlu mengajak para pemuda agar mau terjun di bidang pertanian meneruskan tugas para petani generasi tua.

“ Harapanya selain semakin maju dan modern sektor pertanian, bersamaan petani muda atau petani milenial juga muncul,” harap Sunaryanta.

Dalam penyerahan simbolis, 4 dari 40 Poktan yang menerima bantuan diantaranya Poktan Ngudi Makmur. Poktan di Kalitekuk, Kalitekuk, Semin ini berencana membangun Damparit. Sementara Poktan Sumber Mulyo, Ngrancahan, Pengkok, Patuk memanfaatkan bantuan guna pembangunan Perpompaan. Gapoktan Sidorejo, Sidorejo, Ponjong, akan membangun irigasi perpipaan, lantas Poktan Dadi Makmur, Candi, Kampung, Ngawen akan membangun Irigasi Air Tanah. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar