Mina Padi Lembah Desa Pulutan, Alternatif Agro Wisata Pertanian yang Menjanjikan

oleh -
Mina padi
Panen raya pertanian sistem mina padi. (Istimewa)

WONOSARI, (KH),– Budidaya Mina padi adalah salah satu inovasi yang menggabungkan antara pertanian dan perikanan. Dalam prakteknya, budidaya mina padi ini termasuk dalam usaha optimalisasi lahan pertanian, di mana dalam satu petak lahan, tidak hanya digunakan untuk menanam padi, tapi juga untuk memelihara ikan.

Inovasi ini dikembangkan oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina padi Lembah Desa, Padukuhan Temu, Kalurahan Pulutan, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul.

Lokasi yang digunakan untuk budidaya Mina Padi ini terletak di Bulak sawah, Padukuhan Temu. Ada 8 petak sawah yang dijadikan sebagai demplot uji coba budidaya Mina Padi.

“Sawah di sini bisa panen tiga kali dalam satu tahun, ada 8 petak sawah yang digunakan untuk Mina padi, setiap petak ditebar 2000 bibit ikan air tawar,” terang Rusmiyanto, Lurah Kalurahan Pulutan, pada acara panen raya Mina Padi, Senin (21/6/2021).

Pada acara panen raya ini, Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto ikut hadir bersama anggota DPRD dari fraksi Nasdem, Isom Ismail, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Gunungkidul, Krisna Berlian, Kepala Dinas Pertanian, Bambang Wisnu Broto, Forkompinka Kapanewon Wonosari dan pejabat terkait.

Rusmiyanto melanjutkan, bahwa para petani merasa bersemangat untuk budidaya Mina padi ini, karena disamping bisa panen padi mereka juga bisa memanen ikan air tawar.

“Dari 2000 bibit ikan yang ditebar, bisa menghasilkan 2 Kwintal ikan,” lanjut Rusmiyanto.

Hal senada diungkapkan oleh Wartono, Ketua Pokdakan Lembah Desa. Wartono menyampaikan bahwa keseluruhan luasan area persawahan bulak sawah mencapai 47 Hektar, dengan pengarian dari sumber air sumur bor.

“Rata-rata hasil padi adalah 8 Ton gabah per Hektar, yang untuk demplot Mina Padi kita memakai lahan 2,5 Hektar, dengan hasil panen 11 ton,” terang Wartono.

Wartono melanjutkan, untuk lokasi Mina Padi, lahan seluas 400 meter persegi, di isi 500 ekor bibit ikan berbagai jenis, diantaranya ikan Mas, Guramih, Patin, Tombro, Tawes, Ikan Nila , bahkan ikan Hias Koi dan Komed.

“Ada 26 Anggota Pokdakan, kami berupaya semoga berinovasi untuk meningkatkan kesejahteraan para petani,” harap Wartono.

Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto sangat mengapresiasi terobosan para petani di Pulutan dengan inovasi Mina Padi ini.

Heri berharap, agar terobosan inovasi optimalisasi lahan pertanian semacam ini, ke depan bisa dikembangkan, sehingga penghasilan petani akan meningkat.

“Potensi yang bisa dikembangkan sangat terbuka, dengan dukungan seni dan budaya, lahan ini bisa dijadikan wisata alternatif, yaitu wisata edukasi, pertanian dan perikanan,” kata Heri.

Heri juga berharap, kerjasama Gapoktan dan BUMDes tentu akan sangat mendukung pengelolaan potensi yang ada.

“Jika kita ada kemauan dan tekad pasti akan ada jalan untuk meningkatkan kesejahteraan. Potensi-potensi seperti ini harus terus di kembangkan dan perlu didukung oleh OPD terkait, dengan program program yang ada,” pungkas Heri. (Edi Padmo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar