
KARANGMOJO, (KH) — Pengajian Umum di PP Al Hikmah Sumberjo, Karangmojo, Gunungkidul, Ahad Legi (28/12), mendatangkan 2 ustadz Prof Dr H Muhammad Chirzin M.Ag dari UIN Sunan Kalijaga dan Kompol (Purn) Drs HM Djamaluddin, Direktur RS PKU Muhammadiyah Bantul.
Kendati sejak pagi turun hujan, jamaah pengajian umum berjalan dengan baik, jamaah memenuhi masjid di komplek PP Al Hikmah Sumberjo, Karangmojo, pengajian dibuka oleh KH Harun Al Rosyid.
Prof Dr H Muhammad Chirzin M.Ag dalam pengajiannya mengangkat topik menyongsong Hari Baru, Bulan Baru dan Tahun Baru, jamaah patut merayakan tahun baru, bahkan bulan baru dan tanggal baru. Karena tidak ada tanggal, bulan dan tahun yang sama sampai kiamat nanti. ”Hari ini Ahad Legi tanggal 28 Desember 2014, sampai kiamat nanti tak bakal terulang, maka kita patut merayakannya, tentu saja sesuai dengan agama Islam, ya kita rayakan dengan Pengajian saja.” kata Prof Dr H Muhammad Chirzin M.Ag.
“Dengan kegiatan pengajian berarti kita selalu mendekatkan diri kepada Allah, pergantian tahun berarti kita semakin tua dan kesempatan hidup semekain mendekati kematian, kita semua tidak tau kapan kita dipanggil Allah. Untuk itu marilah kita tingkatkan ketaqwaan, iman dan sodakoh. Orang beriman itu punya dua sayap, sayap syukur dan sayap sabar. Sabar dan syukur dapat diartikan Imam dan Islam yang tidak dapat dipisahkan,” tambahnya.
Ustad pensiunan Polisi adalah Kompol (Purn) Drs HM Djamaluddin, menjadi Ustadz setelah mengabdi di jajaran kepolisian 17 tahun, mengundurkan diri dan menekuni agama, menjadi salah satu Direktur RS Islam di Jakarta, dan kini menjadi Direktur RS PKU Muhammadiyah Kabupaten Bantul.
“Saya selama di jajaran kepolisian merasa prihatin, banyak tokoh agama yang melakukan pelanggaran/kejahatan, maka saya memilih untuk mengundurkan diri, dan menekuni agama untuk diri sendiri dan anak serta istri. Saya mengajak istri dan anak-anak setiap hari shalat Subuh berjamaah di masjid.Kebiasaan itu sebagai bekal kita menghadap Allah, siapa tahu kita dipanggil olehNya.” kata Djamaluddin.
Ustadz yang satu ini sangat taat kepada anjuran istri, dimana dilarang merokok oleh istrinya,menjadi anggota Polisi kerja diruang ber AC dan seluruh tubuhnya sering berbau rokok, sehingga harus “keramas” 6 kali dalam seminggu. Ternyata larangan tersebut merupakan rasa cinta kepada suami, sebab merokok memang tidak baik.
Djamaluddin juga mengajak jamaah tidak lupa mengucap terima kasih kepada Allah, setiap bangun tidur mengucap Alhamdullilah, demikian pula ketika mau tidur harus berdoa. Dengan melakukan hal tersebut jamaah akan diberikan pahala dan dijauhkan dari mara bahaya. (Sarwo)





