Pulau Bali menjadi ujung paparan Sunda pada masa itu. Dengan demikian persebaran jenis fauna di wilayah paparan Sunda terdapat kesamaan. Batas paparan Sunda dalam hal persebaran hewan dibatasi istilah garis hipotesis atau garis khayal bernama garis Wallace. Wilayah yang terletak di sebelah barat garis Wallace, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali merupakan tempat penyebaran fauna Asiatis.
Ditemukan Fosil Gajah Asia (Elephas maximus)

Fosil atau fragmen tulang beberapa fauna langka Asiatis ini juga ditemukan di Gua Braholo. Terdapat fosil lebih dari 30 jenis fauna baik yang hidup di laut, air tawar dan darat ditemukan di Gua dengan tinggi 15 meter dan luas keseluruhan 1.170 meter peregi ini.
“Musang, anjing hutan, landak, rusa, kerbau, sapi, kancil, babi hutan, monyet, ular sanca, dan kura-kura. Terdapat pula temuan fragmen tulang hewan besar seperti badak, banteng, kuda nil dan gajah asia (Elephas maximus) atau yang ditengarai sebagai Stegodon,” papar lelaki kelahiran Gunungkidul ini. Disebutkan, penggalian semakin ke dalam, fragmen tulang yang ditemukan berasal dari jenis fauna yang semakin besar pula.
Mengenai keberadaan manusia purba, pada penelitian 1998 di Gua Braholo telah ditemukan dua individu rangka manusia. Manusia tersebut merupakan manusia modern awal yang hidup sekitar 10.000 tahun lalu.
Sebagaimana diketahui, Manusia Purba modern, Homo Sapiens yang pertama kali keluar dari Afrika sekitar 100 ribu tahun lalu, kemudian bermigrasi sampai di Asia Tenggara sekitar 60.000 sampai 70.000 tahun yang lalu. Lalu keturunannya tiba di Paparan Sunda termasuk di Nusantara sekitar 50.000 tahun yang lalu. Di Indonesia fosil manusia purba jenis ini ditemukan di Wajak, Jawa Timur. Dikenal dengan sebutan Homo Wajakensis.
Literatur lain menyebutkan, kedatangan manusia modern di Nusantara terjadi secara bergelombang. Migrasi yang kedua datang dari Asia Daratan, wilayah yang sekarang menjadi Vietnam pada sekitar 30.000 tahun yang lalu. Kemudian Migrasi ketiga adalah kedatangan penutur berbahasa Astronesia dari Formosa sekitar 5.000-6.000 tahun yang lalu. Bukti dari ilmu arkeologi menyarankan bahwa bangsa Austronesia bermukim di Taiwan sekitar delapan ribu tahun yang lalu.





