Sekali Dalam 10 -20 Tahun, Menyaksikan Pelepasan Ratusan Tukik di Pantai Wediombo

Tukik
Pelepasliaran Tukik di Pantai Wediombo. (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH) – Ratusan telur penyu yang ditemukan oleh warga dan petugas SAR di Pantai Wediombo, Girisubo pada medio Mei 2025 lalu akhirnya berhasil ditetaskan.

Usai penetasan, ratusan tukik tersebut kemudian dilepasliarkan di lokasi yang sama yaitu di Pantai Wediombo pada Rabu (04/06/2025) sore tadi.

Bacaan Lainnya

“Dari 108 telur penyu yang ditemukan beberapa waktu lalu ada 6 yang gagal menetas dan 1 tukik mati. Sehingga hari ini kami lepasliarkan sebanyak 101 ekor tukik,” kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi.

Ia menjelaskan berdasarkan ciri morfologi dari tukik-tukik tersebut disinyalir merupakan penyu jenis Lekang. Nanti, pemerintah juga akan kembali melepasliarkan ratusan tukik-tukik di pantai Nampu dan Jungwok mengingat 2 pantai ini juga menjadi lokasi penyu bertelur.

“Kalau yang telur penyu di Nampu dan Jungwok saat ini masih ditetaskan di Pantai Pelangi, Bantul,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tujuan dari pelepasliaran tukik ini untuk menjaga kelestarian dari hewan laut itu sendiri. Selain itu, penyu memiliki fungsi menjaga ekosistem di laut, sebab penyu adalah predator untuk ubur-ubur..

“Penyu itu memiliki sifat alamiah yang mana sekitar 10-20 tahun lagi, penyu ini akan kembali lagi ke sini untuk bertelur, mereka akan kembali ke pantai yang sama,” ujarnya.

Menurut Wahid, sesuai dengan Surat Keputusan terdapat 13 pantai di Kabupaten Gunungkidul sebagai tempat pendaratan penyu untuk bertelur. Dengan banyaknya pantai yang masih menjadi lokasi pendaratan penyu membuktikan bahwa kondisi hayati khususnya di kawasan pantai Gunungkidul masih benar-benar terjaga dan asri.

“Mendaratnya penyu untuk menyimpan telurnya di pantai sini, merupakan sinyal kalau ekosistem laut Kabupaten Gunungkidul masih sangat baik sekali,” tandas dia.

Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pengawasan DKP DIY, Veronica Vony Rorong mengatakan ditemukannya penyu di Pantai Gunungkidul menjadi peristiwa yang luar biasa.

Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem penyu di DIY mengalami peningkatan. Menurutnya hal ini turut dipengaruhi dari keberadaan kawasan konservasi penyu seluas 690 hektar di Bantul.

“Kami rasa adanya kawasan konservasi ini mengakibatkan siginifikansi jumlah penyu yang bertelur semakin banyak, dan daya tetasnya juga tinggi,” papar dia.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, dengan pelepasan tukik ini diharapkan masyarakat semakin sadar terhadap kelestarian penyu di alam. Mereka tidak mengambil atau bahkan merusak telur penyu jika menemukannya.

“Ini menjadi edukasi dan potensi yang luar biasa. Harapan kami masyarakat punya kesadaran terhadap pentingnya upaya konservasi agar penyu-penyu yang mendarat di sekitar pantai Gunungkidul ini tetap lestari. Maka, kami imbau jika menemukan telur penyu jangan dirusak melainkan harus melaporkan ke petugas,” imbau Endah.

Pihaknya berkomunikasi dengan DKP Gunungkidul maupun DKP DIY untuk pengembangan potensi ini untuk kedepannya.

“Ini bisa saja menjadi magnet bagi wisatawan, yaitu pariwisata pelepasliaran penyu di Gunungkidul,” pungkasnya.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait