Melon-Semangka Sebanyak 2,5 Ton Siap Panen Terendam Air

oleh -
Semangka dan Melon yang dipanen karena terendam air. (KH/ Edi Padmo)
kadhung tresno

PLAYEN, (KH),– Intensitas hujan cukup lebat melanda Gunungkidul pada hari Senin tanggal 27 Oktober 2020. Selain cukup lebat hujan juga berlangsung cukup lama. Kondisi cuaca tersebut di luar dugaan Heru Setiawan (30), petani asal Dusun Tanjung 1, Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen, Gunungkidul.

Heru sebelumnya berencana memanen sekaligus menjual melon dan semangka yang siap panen dengan metode petik langsung di kebun. Rencana Heru gagal. Buah semangka dan melon dari kebun seluas sekitar 4.000-an meter persegi itu terendam air. Akibatnya, ia terpaksa harus memanen total semangka dan melon dari kebun miliknya.

“Jika tidak segera dilakukan evakuasi dan pemanenan sangat berisiko busuk karena terendam air,” ujar dia disela memungut semangka dan melon.

Sebagaimana diketahui, BMKG sudah memperkirakan sebelumnya, bahwa musim hujan akan maju akibat badai La Nina. Belakngan ini masa penanaman segala jenis komoditas pertanian belum selesai. Para petani sedang gayeng mulai menggarapa ladang mereka. Di samping itu masih terdapat petani yang belum selesai memanen komoditas hortikultura, termasuk tanaman Semangka dan Melon sebagaimana yang dibudidayakan Heru.

“Usia Semangka dan Melon sudah memasuki hari ke 60, agenda panen raya petik sendiri yang direncanakan dilakukan hari ini gagal,” keluh dia lagi.

Pilihan metode panen raya petik sendiri dipilih karena ada sebagian buah yang belum  siap panen. Maksudnya, kalau panen petik sendiri, secara tidak langsung sortir buah antara yang sudah siap dipetik dan yang belum telah dilakukan pembeli.

Heru mengungkapkan, ia sebelumnya menanam 2.000 bibit Semangka dan 400 bibit Melon. Dia mengalokasikan modal sekitar Rp 4 juta. Rencananya pada agenda panen raya Heru akan menjual Semangkanya Rp 4 ribu per kilogram untuk yang tanpa biji, dan Rp 3 ribu bagi Semangka yang berbiji, serta Rp 10 ribu untuk buah melon.

“Prediksi panen Semangka dan Melon bisa mencapai 2,5 ton. Dengan harga rata-rata Rp 3.500 per kilogram, estimasi hasilnya sudah balik modal dan dapat untung lumayan,” ungkap Heru.

Dalam kondisi hujan, dengan di bantu oleh teman dan tetangga-tetangganya akhirnya evakuasi Semangka dan Melon selesai. Kabin mobil Colt T penuh bolak-balik mengusung sebanyak 2 kali.

“Masih saya syukuri. Sebagian, ada sekitar 1 ton lebih sudah terjual. Rencana, sisanya akan saya jual di rumah, semoga semua habis terjual,” harapnya.

Heru setiawan termasuk petani yang gigih, dengan kendala umum yang sering dihadapi petani Gunungkidul, baik itu kekurangan air atau kebanjiran karena ketidakpastian cuaca, Heru tetap semangat bertani.

“Tahun depan rencana saya akan menanam lebih banyak, bertani tidak boleh kapok, karena hasilnya sebetulnya lumayan,” ujarnya. (Edi Padmo)

Komentar

Komentar