Melihat Antusiasme Pedagang Pasar Argosari Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

oleh -
pasar argosari
Pedagang Pasar Argosari menyanyikan lagu Indonesia Raya. (KH/kandar)

WONOSARI, (KH),– Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan HB X mengajak warganya memperdengarkan Lagu Indoensia Raya. Ajakan itu dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur DIY No. 29/2021 tentang Memperdengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

SE gerakan mengumandangkan lagu kebangsaan pada pukul 10.00 WIB tersebut dibuat dalam rangka meningkatkan semangat nasionalisme. Serta demi memperkuat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain di perkantoran pemerintah, kegiatan juga dilaksanakan di sejumlah fasilitas publik, seperti pasar. Setiap lagu diperdengarkan, wajib bagi siapapun menunjukkan sikap takzim. Berdiri tegak dan bersikap hormat.

Seperti yang dilaksanakan di Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul. Tepat pukul 10.00 WIB lagu diputar oleh Kemantren Pasar. Pedangang yang sebelumnya duduk santai menunggu pengunjung pasar atau yang sibuk melayani pembeli lantas berdiri tegap turut menyanyikan lagu Indoensia Raya.

iklan upk hari jadi

Mantri Pasar Argosari, Sularno mengatakan, sebelum dimuali pada tanggal 20 Mei lalu, pihaknya telah mengumumkan ke pedagang pasar mengenai kegiatan tersebut.

“Sesaat sekitar 5 menit sebelum pemutaran lagu kami informasikan terlebih dahulu agar pedagang dan pengunjung bersiap,” kata dia Senin (31/5/2021).

Respon warga pasar, menurut dia, selalu bersedia dan menerima kebiasaan itu dengan senang hati. Hal tersebut terbukti dengan kesediaan pedagang mengambil sikap sempurna turut serta menyanyikan lagu.

Salah satu pedagang, Yuli Waryanti merasa ada sesuatu yang beda dari kebiasaan menyanyikan lagu Indonesia Raya itu. Dirinya memang agak kesulitan mengungkapkan perasaannya, tetapi tegas menyetujui kebiasaan itu menjadi sarana memupuk rasa cinta tanah air dan nasionalisme.

Pedagang pakaian, Sumiyati mengungkapkan perasaan senang dengan kebiasaan itu. Dirinya mengaku teringat masa lalu.

“Alhamdulillah saya masih hafal,” ujarnya.

Hal tak jauh beda diungkapkan penjual bumbu dapur, Saliyem. Dirinya  selalu menyempatkan diri berdiri sejenak ikut berkhidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Jelas tidak keberatan. Saya selalu merasa trenyuh,” tukasnya. (Kandar)

Simak video berikut :

 

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar