Mahasiswa UIN Terapkan Kurikulum 2013 Saat PPL-KKN

oleh -
kadhung tresno
WONOSARI, kabarhandayani.– Sebanyak 12 mahasiswa semester 6 yang berasal dari Fakultas Tarbiyah di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Wonosari, Pulutan. Sesuai dengan jurusan, mereka mempraktekkan kemampuan mengajar seperti yang diperoleh di bangku kuliah.

Arif Yuswanto mewakili Hamam Fitriana selaku ketua kelompok menyampaikan, kegiatan yang dimulai 25/6/2014 kemaren akan berlangsung selama tiga bulan ke depan, selain praktek Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) juga akan diisi dengan beberapa kegiatan yang dipusatkan di sekolah tersebut.

“Selain KBM kita akan melaksanakan beberapa program, seperti; tamanisasi, penggantian papan nama kelas, program kebersihan lingkungan sekolah, serta melaksanakan pendampingan pengelolaan web sekolah kepada guru,” ujar Arif, Kamis, 03/07/2014.

Kegiatan PPL berupa KBM, baru akan dilaksanakan pada awal Juli mendatang dengan penggunaan kurikulum baru, yang belakangan ini sering kita dengar dengan sebutan kurikulum 2013, menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang pada awal tahun 2006 silam diperkenalkan dan digunakan sebagai acuan pelaksanaan KBM.

Diketahui sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Republik Indonesia Nomor 81A Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum pada pasal 1 berbunyi, Implementasi kurikulum pada sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI), sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs), sekolah menengah atas/madrasah aliyah (SMA/MA), dan sekolah menengah kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK) dilakukan secara bertahap mulai tahun pelajaran 2013/2014. 

Kurikulum 2013 sudah diimplementasikan pada tahun pelajaran 2013/2014 pada sekolah-sekolah tertentu (terbatas). Begitu juga di Kabupaten Gunungkidul, tidak semua sekolah telah siap dan mampu melaksanakan kurikulum tersebut. begitu juga dengan MIN Wonosari.

Ditambahkan Arif, kendati pelaksanaan PPL tersebut lebih kepada kewajibannya sebagai mahasiswa untuk meraih nilai prestasi akademik, namun ia dan rekan-rekannya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menambah pengalaman dengan harapan memiliki kompetensi sebagai pendidik.

“Dengan berinteraksi dengan siswa secara langsung kita mendapat pengalaman yang nyata, belajar menghadapi psikologis siswa dan bagaimana mengkondisikan situasi kelas,” ujarnya.

Terkait dengan nilai pelaksanaan PPL yang diberikan dosen, ia berharap mendapatkan predikat yang sebanding dengan kerja kerasnya selama pelaksanaan. (Kandar/Hfs)

Komentar

Komentar