Lima Entrepreneur Muda akan Dapat Limapuluh Juta

oleh -
kadhung tresno

BANTUL, kabarhandayani,– Sejumlah entrepreneur muda Gunungkidul yang bersaing dalam penjaringan Prakualifikasi Teknopreneur Muda Pemula dalam Rangka Fasilitasi Peningkatan Pemanfaatan Iptek, Rabu (7/8/2014) di Hotel Bukit Bintang Piyungan, Bantul, bakal mendapatkan sejumlah uang atas usaha yang tengah mereka rintis atau telah mereka jalankan. Nantinya, 5 peserta terbaik masing-masing akan mendapatkan Rp 10 juta untuk tujuan peningkatan dan pengembangan usaha.
Hal ini diungkapkan oleh pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Muh Gajah Surya Candra selaku Kabid Pemanfaatan Iptek Deputi Pemberdayaan Pemuda. Menurutnya, sejumlah uang itu merupakan bentuk apresiasi dari Kemenpora, khususnya Deputi Pemberdayaan Pemuda terhadap para wirausaha muda pemula.
Dari 30 peserta, beberapa pemuda yang menunjukkan bidang usaha yang menonjol dan sempai mendapatkan apresiasi adalah Ganef Dwi Yudono dari Karangmojo yang berkecimpung pada pelayanan jasa snorkling di Pantai Nglambor,  Demi Ardi Pamungkas dari Wonosari sebagai penambak budidaya pembibitan lele, serta Aris Budiyono dari Semanu sebagai pelayanan penyedia jual beli produk khas Gunungkidul melalui internet. Di samping usahanya tergolong berprospek mengangkat potensi daerah, mereka juga mengandalkan teknologi informasi sebagai media promosi.
“Mereka yang terbaik, setelah dilakukan evaluasi akan menandatangani pakta integritas untuk menerima penghargaan. Nanti akan dikirimkan langsung ke rekening mereka masing-masing,” terang Gajah.
Muh Gajah juga memaparkan, Gunungkidul merupakan salah satu dari 15 Kabupaten di Indonesia yang terlibat dalam penjaringan teknopreneur pemuda pemula dari Kemenpora (baca: Menjaring Usahawan Muda Potensial Gunungkidul). Gunungkidul terpilih menjadi sasaran program karena dianggap memiliki potensi kepariwisataan dengan perkembangan yang pesat, sehingga sektor kepariwisataan ini, menurutnya, harus didukung oleh faktor kewirausahaan khususnya para pemuda.
“Jadi, tujuan program ini, bagaimana caranya agar para teknopreneur muda Gunungkidul bisa bangkit karena sebentar lagi akan menghadapi ASEAN Community. Mereka harus bisa mengambil peran dalam kewirausahaan,” lanjutnya.
Sementara Ganef, pemuda yang memiliki usaha jasa snorkling di Pantai Nglambor mengemukakan, adanya program ini bisa menjadi jejaring sebagai media komunikasi antar wirausahawan muda di Gunungkidul. Pada akhirnya mereka dapat berbagi ilmu antar pelaku usaha dengan harapan dapat maju dan berkembang bersama.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan semoga dapat berlanjut pada tahun-tahun yang akan datang. Kami pemuda di Gunungkidul merasa senang dapat terpilih sebagai sasaran program dari 15 kabupaten yang telah direncanakan,” katanya. (Maryanto/Tty)

Komentar

Komentar