Konsumsi Sapi Sakit, 12 Warga Gunungkidul Positif Terinfeksi Antraks

oleh -
dinas kesehatan gunungkidul
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty. (KH/Kandar)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Dinas Kesehatan Gunungkidul sebelumnya mengirim 16 sampel luka dan darah dari 26 warga Gunungkidul yang mengalami gejala mirip terkena Antraks ke Balai Besar Verteriner (BBVet) Bogor. Mereka merasakan gejala sakit tersebut usai menyantap daging sapi sakit yang kemudian disembelih.

Hasil uji laboratorium yang keluar menunjukkan 12 warga positif terinfeksi Antraks. Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menyebutkan 5 warga diantaranya berasa dari Kalurahan Gombang, Ponjong dan 7 lainnya berasal dari Hargomulyo, Gedangsari.

“Empat warga lain yang sampelnya ikut dikirim hasilnya negatif. Mereka yang mengalami gejala umumnya mengalami kulit seperti melepuh, memerah hingga menghitam seperti luka mongering,” terang Dewi Rabu, (9/2/2022).

Dewi menambahkan, dalam isitilah medis, kulit warga yang bergejala seperti mengalami krusta. Yakni menghitam dan kering.

“Seperti itu memang ciri kalau Antraks menginfeksi manusia. Semua sudah mendapat perawatan di rumah masing-masing,” lanjut Dewi.

Mereka yang terinfeksi Antraks tak mengalami gangguan kesehatan yang serius. Secara umum kondisi kesehatnnya cukup baik.

Hingga saat ini Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan (PKH) Kabupaten Gunungkidul masih terus memantau zona merah penularan dan lalu lintas keluar masuk ternak agar bakteri tersebut tak menyebar luas. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar