Kirab Rasul Baleharjo, Kebersamaan Kunci Kesejahteraan

oleh -
Salah satu kelomok seni yang tampil pada Kirab Rasul Desa Baleharjo. KH/ Kandar
iklan dispar
Salah satu kelomok seni yang tampil pada Kirab Rasul Desa Baleharjo. KH/ Kandar
Salah satu kelomok seni yang tampil pada Kirab Rasul Desa Baleharjo. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)— Masih seputar hiruk pikuk pawai tradisi Rasulan. Desa Baleharjo yang menggelar kirab dalam rangka Bersih Desa pada Senin, (8/8/2016) kali ini mengusung tema Meningkatkan Kebersamaan Demi Terciptanya Kesejahteraan.

Tema ini erat kaitannya dengan program andalan yang berulang kali menjadi senjata Baleharjo dalam mengikuti penilaian lomba desa dari tingkat kabupaten hingga menjelang persiapan penilaian lanjutan di tingkat nasional dalam waktu dekat ini.

Sebagaimana disampaikan Tumijo, Panitia perayaan Rasul, bahwasanya kirab yang diikuti oleh lima padukuhan merupakan wujud rasa kebersamaan masyarakat Desa Baleharjo. “Dengan semangat kebersamaan dan membuang jauh egoisme maka kesejahteraan pasti diraih,” katanya disela persiapan kirab.

Tumijo mengungkapkan, kerelaan masyarakat mengikuti kirab atas dasar kesadaran, hal itu pula yang menjadi roh program Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM). Suatu program dimana ada penggalangan dana dari masyarakat golongan mampu dan dunia usaha di seputar Baleharjo yang diperuntukkan bagi masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

“Banyak bentuk, ada sembako, alat tulis, santunan difabel dan masih banyak lagi,” jelas Tumijo.

Program tersebut berjalan dengan baik berkat adanya kebersamaan, mengesampingkan individu dan golongan, sehingga warga yang layak menjadi sasaran program dapat terdorong keluar dari masalah ekonomi, bahkan dengan harapan meningkat kesejahteraannya.

Menurut Tumijo rasa kebersamaan juga tercermin pada kirab rasul kali ini, atas swadaya yang ia prediksi mencapai 15 jutaan itu ketika ada kesamaan niat serta kesepakatan bulat maka beban dalam hitungan materi tak begitu terasa.

Untuk diketahui kirab baleharjo diikuti sedikitnya oleh 1000-an peserta. Peserta kirab terdiri dari berbagai rombongan seperti  kelompok pelajar, kesenian berupa reog, jathil, warok, thoklik, dan kelompok tani, peternak, kreasi busana, serta kelompok pembawa gunungan dusun dan masih banyak lagi.

“Star dimulai dari komplek terminal lama kemudian menempuh jarak kurang lebih 1,5 Km lalu setelah melewati panggung kehormatan finish di balai desa,” urai Tumijo.

Sambung dia lagi, ada salah satu kesenian khusus yang special ditampikan di halaman balai desa setempat yakni reog Ponorogo. Sementara itu di masng-masing lima padukuhan yang ada juga digelar pertunjukan reog dari kelompok seni di Baleharjo. (Kandar)

Komentar

Komentar