GUNUNGKIDUL, (KH),– Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, menyalurkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kepada para nelayan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Siti Hediati Soeharto mengatakan, bantuan dari KKP diharapkan dapat membantu nelayan dalam menjalankan usaha perikanan, baik di sektor penangkapan maupun budidaya. Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, produktivitas nelayan diharapkan semakin meningkat.
Dalam kesempatan ini, perempuan yang akrab disapa Mbak Titik itu juga berpesan agar seluruh bantuan yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal. Ia menekankan pentingnya perawatan dan penggunaan peralatan secara maksimal demi mendukung perkembangan usaha kelompok di sektor perikanan.
“Peralatan ini harus dirawat dan dimanfaatkan sebaik mungkin agar benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi nelayan dan kelompok usaha perikanan,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, M. Johan Wijayanto, mewakili nelayan dan kelompok usaha perikanan di Gunungkidul menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan atas perhatian yang diberikan.
Johan berharap dukungan dari KKP dapat terus berlanjut, mengingat potensi perikanan tangkap di Gunungkidul masih sangat terbuka untuk dikembangkan.
“Gunungkidul memiliki garis pantai yang panjang dan jumlah warga yang bekerja sebagai nelayan juga cukup banyak. Karena itu, kami berharap ada perhatian lebih dari KKP untuk pengembangan sektor perikanan di daerah ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan KKP kepada nelayan Gunungkidul berupa berbagai peralatan budidaya perikanan serta sarana pendukung penangkapan ikan di laut. Bantuan tersebut meliputi chest freezer, bus box, berbagai alat tangkap ikan, 10 unit mesin tempel, serta fasilitas bioflok untuk mendukung budidaya perikanan.
“Total nilai bantuan tersebut sekitar Rp3 miliar,” imbuh Johan.





