Jumlah Penderita DBD Tinggi, Karang Taruna Lakukan Fogging Swadaya

oleh -
Penanggulangan DBD, Warga Pulutan melakukan fogging secara swadaya. KH/ Kandar
iklan dispar
Penanggulangan DBD, Warga Pulutan melakukan fogging secara swadaya. KH/ Kandar
Penanggulangan DBD, Warga Pulutan melakukan fogging secara swadaya. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)— Tak sabar menunggu penanganan dari Pihak terkait, karangtaruna Padukuhan Semenrejo, Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari melakukan aksi penanggulangan wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) secara swadaya, Minggu, (6/5/2016).

Sebagaimana disampaikan koordinator aksi Fogging, Eko Budi Santoso, Hal ini ditempuh karena memang tindakan penanganan dinilai sangat mendesak untuk dilakukan. Jumlah korban dari penularan virus dengue yang disebabkan dari nyamuk Aedes Aegypti dalam satu padukuhan sangatlah tinggi.

“Di padukuhan kami saja sudah ada 12 korban, terdapat di RT 3, 4 dan 6. Upaya agar segera ada tindakan dari Puskesmas atau Dinas Kesehatan sudah kami lakukan minimal dengan melapor,” ujarnya.

Tetapi, lanjut dia, pihak terkait tidak segera turun tangan. Menurutnya, jumlah penderia yang mencapai lebih dari 10 korban mestinya masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB), sehingga perlu mendapat prioritas pemberantasan nyamuk.

Informasi terakhir yang ia terima, wilayahnya memang sudah masuk dalam daftar antrian tindakan fogging/ pengasapan. Meski demikian, ketidakpastian mengenai waktu ditakutkan akan semakin menambah banyak jatuh korban.

Maka, sebagai langkah gerak cepat antisipasi meluasnya wabah, secara swadaya khususnya warga Padukuhan Semenrejo melakukan fogging dari penyedia jasa swasta. Mereka menanggung biaya secara bersama dengan mengumpulkan iuran Rp. 17 ribu untuk tiap kepala keluarga.

“Menghabiskan sekitar Rp. 2 jutaan, kita tanggung beban biaya bersama 132 KK. Kedepan sudah kita agendakan wilayah kami memiliki alat sendiri” tambah Budi.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, petugas penanggulangan DBD dari Puskesmas Wonosari 1 mengatakan, pemberitahuan fogging sudah disampaikan ke Dinas Kesehatan, sehingga tinggal menunggu pelaksanaannya saja.

“Minggu kemarin jadwal Dinas memang penuh, kemungkinan minggu ini,” kata Agung. (Kandar)

Komentar

Komentar