Namun, keadaannya kini sangat memprihatinkan. Halaman gedung terlihat kumuh, banyak sampah dan ditumbuhi semak belukar, seperti tak pernah terpakai. Yaroh Isnantini Ketua PKBM mengakui bahwa tadinya gedung tersebut memang nganggur, kemudian oleh pihak desa ditawarkan untuk dipakai.
Ia juga menambahkan, bahwa pekerjaan PKBM banyak yang dilakukan di lapangan, sehingga tidak harus ke kantor. Yaroh menceritakan, dahulu pernah ada kegiatan yang aktif di gedung tersebut. Namun karena pihaknya pernah kehilangan beberapa peralatan kantor, sehingga memilih untuk memindahkannya di rumah rekannya di TBM Sari Ilmu.
Lulusan ISI tersebut menuturkan, meski saat ini dirinya hanya melaksanakan dua program, yaitu kejar paket B dan Paket C, itupun berada di lokasi yang agak jauh dari kantor PKBM. Namun dalam waktu dekat akan diupayakan pembersihannya. (Kandar/Tty)





