Irigasi Perpompaan Dukung Ketersediaan Gabah Di Lumbung Milik Kelompok Tani

oleh -
Peresmian irigasi perpompaan di Karangmojo. (dok. DPP)
iklan dispar

KARANGMOJO, (KH),– Kelompok Tani (Poktan) Gatakrejo, Padukuhan Gatak, Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo memiliki lumbung pangan yang dikelola bersama-sama. Lumbung ini dibentuk untuk menjaga ketersediaan pangan khususnya bagi anggota dan masyarakat sekitar.

Ketua Poktan Gatakrejo, Sumono Untoro (49) mengatakan, modal awal lumbung yang dibentuk terkumpul 625 kilogram gabah.

“Saat ini cadangan pangan sudah berkembang menjadi 1,4 ton gabah,” ungkap Sumono bersyukur.

Dijelaskan, lumbung pangan menyediakan gabah untuk dipinjam oleh warga apabila stok pangan khususnya beras telah habis. Kelak saat peminjam panen, diwajibkan mengembalikan dengan jumlah yang sedikit lebih banyak dari jumlah yang dipinjam.

Dirinya berharap, lumbung pangan semakin berkembang dengan adanya bantuan sarana irigasi perpompaan dengan sumber air dari sungai Sabanudin. Sarana irigasi diresmikan pemanfaatannya oleh Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) berserta sejumlah pihak, Selasa, (21/7/2020) kemarin.

Pada saat peresmian juga dilaksanakan panen raya padi varietas Ciherang seluas 20 hektar. Hasil ubinan menunjukan angka yang membanggakan yakni 8,14 ton per hektar Gabah Kering Panen (GKP) atau 6,5 ton per hektar Gabah Kering Panen (GKG).

Sumono Untoro menambahkan, warga tak lagi khawatir saat nanti melakukan penanaman padi pada musim tanam ke dua. Sebab, irigasi perpompaan dapat diandalkan ketika kemarau datang lebih awal.

“Saat ini para petani sudah mempersiapkan lahan mereka untuk pertanaman Palawija dan sayuran,” imbuh dia.

Dalam kesempatan peresmian, Kepala DPP, Bambang Wisnu Broto berharap, kedepan petani bersedia menanam padi varietas lain. Varietas yang unggul dan telah dirilis. Variasi penanaman tersebut sebagai langkah antisipasi terhadap hama padi.

“Lumbung pangan masyarakat yang sudah terbentuk sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan kaitannya dengan antisapasi pandemi COVID-19 merupakan langkah yang sangat baik,” ujar Bambang mengapresiasi.

Terkait irigasi perpompaan, pihaknya berpesan agar semua peralatan dijaga sebaik mungkin. Jangan sampai mangkrak atau rusak. Diatur penggunaannya untuk ketersediaan air petani agar tercukupi baik di musim tanam kedua maupun ketiga. Dengan begitu harapanya Indeks Pertanaman (IP) padi di Gunungkidul semakin naik. (Kandar)

Komentar

Komentar