Healing ke Pantai Sepi dan Tersembunyi, Pantai Porok Boleh Dicoba

oleh -
Pantai porok
Pantai Porok Gunungkidul masih relatif sepi pengunjung. (dok. Erwin)
iklan golkar idup fitri

GUNUNGKIDUL, (KH),– Libur lebaran banyak orang mengisi waktu dengan liburan. Kawasan pantai, seperti di Gunungkidul, DIY menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan sebagai destinasi tujuan.

Namun, momentum libur panjang seperti saat ini banyak membuat pantai selatan cenderung ramai oleh pengunjung. Jika anda tak begitu suka dengan riuhnya kawasan pantai, anda dapat memilih pantai yang relatif sepi. Bentangan garis pantai yang panjang di pesisir selatan Gunungkidul masih menyisakan beberapa titik pantai yang cenderung sepi pengunjug. Salah satu yang dapat dipilih yakni Pantai Porok.

Pantai Porok berjarak sekitar 25 kilometer dari Wonosari, ibu kota Kabupaten Gunungkidul. Kalau dari Kota Yogyakarta membutuhkan durasi waktu selama sekitar 2 jam perjalanan.

Pengalaman berkunjung ke Pantai Porok oleh salah satu wisatawan, Erwin Hidayat dibagikan kepada KH.

Erwin menyebut, ada dua alternatif yang bisa dipilih untuk sampai ke Pantai Porok. Pertama, anda bisa melintasi pinggir pantai dari Pantai Kukup saat gelombang laut surut. Cara kedua, wisatawan dapat melintasi pematang lahan pertanian masyarakat setempat menggunakan sepeda motor.

Pantai bisa dibilang tersembunyi, sebab, aksesnya memang belum terbuka. Anda harus hati-hati jika memilih menggunakan kendaraan bermotor. Sebab, pematang lahan pertanian cukup berliku.

“Masih butuh jalan kaki sekitar 150 meter dari lahan pertanian warga. Barulah bisa sampai di Pantai Porok,” kata Erwin, Selasa, (3/5/2022).

Rindangnya pepohonan akan menyambut pengunjung. Panorama yang indah seakan membayar sulitnya perjalanan menuju pantai ini.

Tak hanya itu, sepinya pantai yang anda inginkan benar-benar terwujud. Bahkan pada H+2 lebaran saat Erwin berkunjung, tak satupun wisatawan lain ditemukan.

“Hanya ada nelayan dan warga mencari keong laut dan rumput laut,” ujar warga Wonosari, Gunungkidul ini.

Sunyinya pantai dari keramaian wisatawan, pantai ini dapat dijadikan media menenangkan diri. Healing, seperti kata orang-orang dewasa ini, bisa dilakukan di sini.

Erwin menyusuri pantai pasir yang relatif bersih. Di kawasan pantai ini juga terdapat batuan karang kokoh yang indah di sisi kanan dan kiri kawasan berpasir.

Jika air laut surut, wisatawan juga dapat melihat aneka biota laut. Karena jarang terjamah keragaman biota laut masih terjaga. Karenanya pula, pantai ini menjadi stasiun penelitian dan pengembangan sumber daya laut dan panti oleh Fakultas Biologi UGM bersama Pemkab Gunungkidul.

“Masuk melalui pos retribusi cukup Rp10.000. Ke pantai ini bisa berlama-lama tanpa khawatir bising dengan wisatawan lain,” tukas Erwin. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar