GUNUNGKIDUL, (KH),– Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah memastikan stok beras di Kabupaten Gunungkidul dalam kondisi aman dan bahkan mengalami surplus. Kepastian ini disampaikan usai pemantauan langsung oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah DIY bersama Dinas Pertanian Kabupaten Gunungkidul serta Bupati Gunungkidul di sejumlah sentra pertanian dan pasar tradisional.
Bupati Endah Subekti Kuntariningsih menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang terjadi saat ini masih mendukung masa tanam petani. Meski di beberapa waktu terjadi cuaca ekstrem, hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap produktivitas lahan.
“Wilayah Wonosari dan Playen menjadi sentra produksi utama. Modernisasi alat pertanian turut memperkuat hasil panen petani di dua kapanewon tersebut,” kata Endah disela pemantuan kebutuhan harga bahan pokok bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Gunungkidul, Rabu (26/2/2026).
Berdasarkan data lapangan, rata-rata produktivitas padi di Gunungkidul mencapai 9–10 ton per hektare. Angka ini dinilai cukup tinggi dan berkontribusi pada surplus beras daerah. Selain itu, budaya petani yang menyimpan sebagian hasil panen sebagai cadangan pangan keluarga juga memperkuat ketahanan stok di tingkat rumah tangga.
Kelancaran produksi tidak terlepas dari dukungan alat dan infrastruktur pertanian. Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah daerah membantu mempercepat proses tanam dan panen.
Selain itu, dukungan juga datang dari Bank Indonesia berupa bantuan alat penggilingan padi, kendaraan operasional, hingga rencana pengadaan mesin pengering (dryer) untuk menjaga kualitas gabah saat musim panen.
Ketua kelompok tani di masing-masing wilayah juga telah memiliki pemetaan jadwal panen anggota. Dengan sistem tersebut, kebutuhan beras masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN) yang diarahkan membeli produk lokal, dapat terpenuhi tanpa harus mendatangkan pasokan dari luar daerah.
Harga Beras Stabil, TPID Terapkan Strategi 4K
Dari sisi harga, TPID DIY terus menjalankan strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yakni Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, dan Komunikasi Efektif.
Kepala Biro Perekonomian dan SDA DIY, Eling Priswanto, menyampaikan bahwa hasil pemantauan di sejumlah pasar menunjukkan harga bahan pokok, terutama beras, masih stabil. Jika terjadi kenaikan, pola tersebut dinilai wajar menjelang hari besar keagamaan.
Sebagai salah satu daerah tujuan mudik di DIY, Gunungkidul juga mengantisipasi potensi peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri. Pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan internal daerah serta memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk mendistribusikan komoditas surplus ke wilayah yang membutuhkan.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong atau panic buying. Stok beras dipastikan aman, distribusi lancar, dan harga tetap terkendali hingga perayaan Idul Fitri.
“Dengan kondisi produksi yang surplus dan sistem distribusi yang terpantau, masyarakat Gunungkidul diharapkan dapat menyambut hari raya dengan rasa tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok,” harap Eling.





