Gelombang Tinggi Pantai Selatan Akibatkan Kerusakan Gasebo Hingga Lapak

oleh -
Lapak di Pantai Drini diterjang gelombang tinggi. (doc. SAR Wilayah II Baron)

TANJUNGSARI, (KH),– Dalam dua hari, Selasa (26/5) hingga Rabu, (27/5/2020) kawasan Pantai Selatan Gunungkidul diterjang gelombang tinggi.

Akibatnya, kerusakan bangunan mlik pelaku wisata dan sarana penunjang lain di kawasan pantai banyak mengalami kerusakan.

“Ketinggian gelombang mencapai antara 4-5 meter. Tercatat mengakibatkan ratusan bangunan rusak,” kata Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto, Rabu, (27/5/2020).

Kerusakan terjadi di Pantai Sepanjang, Sadranan, Sundak, Pulang Sawal, Watu Lawang, Somandeng, Ngandong dan lain-lain. Jenis bangunan yang rusak diantaranya gazebo, kamar mandi, warung makan, lapak senorkeling, hingga talud ambrol setelah terhempas gelombang.

“Contohnya di Sadranan ada 63 Gesebo rusak berat, dan 14 Gasebo rusak ringan. Pantai Slili sebanyak 1 Gasebo hanyut terbawa gelombang. Sementara di Pantai Somandeng ada 10 Gasebo rusak ringan, 40 Gasebo rusak berat, 2 Warung rusak ringan, 9 Kamar mandi rusak ringan,” papar Surisdiyanto.

Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono ketika dihubungi mengatakan, berdasar prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gelombang tinggi akan mencapai puncaknya pada Jumat, (29/5/2020) mendatang.

“Kami sudah memberikan imbauan sejak muncul peringatan dini kemungkinan terjadinya gelombang tinggi di wilayah pantai Gunungkidul,” kata Marjono.

Dengan begitu, warga terutama nelayan telah mengantisipasinya dengan mengevakuasi kapal. Peringatan juga disampaikan kepada warga pesisir untuk tidak beraktivitas di kawasan pantai terlebih dahulu. (Kandar)

Komentar

Komentar