
WONOSARI, (KH),– Sebuah komunitas penulis terbentuk di wilayah kabupaten yang sejatinya masih menyandang angka melek huruf terendah se-DIY. Peresmian Forum Penulis Negeri Batu atau disingkat FPNB oleh Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi dalam acara formal di Bangsal Sewokoprojo Wonosari, Selasa (16/06/2015) tersebut seakan menjadi simbol penabuhan genderang perjuangan wilayah Kabupaten Gunungkidul dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) agar tidak menduduki nomor buncit di DIY.
Organisasi komunitas yang diresmikan ini nampaknya dirancang untuk mampu mewadahi semua penulis yang berasal atau kelahiran Gunungkidul. Hal ini terlihat dari persiapan dan undangan yang dikirim panitia kepada para pegiat kepenulisan di berbagai kota yang “terindikasi” berasal atau lahir di Gunungkidul. Dalam acara peresmian tersebut juga disusun draft buku Direktori Penulis Gunungkidul yang berisi data para penulis dan karyanya, mulai dari penulis puisi, penulis novel, penulis buku pelajaran, penulis buku umum, dan juga penulis karya ilmiah.
Dalam acara yang difasilitasi KPAD Gunungkidul tersebut juga dilakukan acara bedah buku novel karya anak muda Gunungkidul, yaitu Novel “The Dream in Taipei City” karya Mell Shaliha dan Novel “Pameran Patah Hati” karya Mini GK.
Wakil Bupati Gunungkidul Drs. Immawan Wahyudi, M.H. membuka acara Bedah Buku sekaligus meluncurkan Komunitas Penulis Gunungkidul yang tergabung dalam satu wadah bernama Forum Penulis Negeri Batu (FPNB) dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada Ketua FPNB yakni Sugiyanto, BBA, S.IP, MM.
Dalam acara tersebut, Ketua FPNB Sugiyanto secara simbolik menyerahkan draft buku Direktori Penulis Gunungkidul kepada Wakil Bupati serta kepada Kepala KPAD Gunungkidul sebagai bukti terhimpunnya Komunitas Penulis Gunungkidul.
Acara peresmian komunitas penulis ini juga dihadiri oleh tamu kehormatan, seorang penulis geguritan bernama Koh Hwat. Koh Hwat adalah warga keturunan Tionghoa yang menekuni geguritan. Dalam acara tersebut, ia menyampaikan ucapan selamat atas diresmikannya Forum Penulis Negeri Batu Gunungkidul, serta memberikan beberapa karya geguritan dalam bingkai kepada Wakil Bupati Immawan Wahyudi, Kepala KPAD Gunungkidul Ali Ridho serta Ketua Dewan Kebudayaan Gunungkidul CB Supriyanto S.IP.
Acara bedah buku berlangsung menarik, dengan pembedahnya Beniati Lestyarini, warga asal Gunungkidul yang menjadi staf pengajar di UNY, serta Esti Nuryani Kasam, seorang penulis dan sastrawan yang juga menjadi pengajar di salah satu SMP di Gunungkidul.
Acara peresmian komunitas ini juga diwarnai dengan pembagian doorprise dari penerbit DIVA Press dan Indiva serta kado pintar dari KPAD Gunungkidul.
Hadir dalam acara tersebut, selain para penulis yang menjadi anggota forum penulis Gunungkidul juga dari perwakilan Komunitas Pendongeng, Ikatan Perupa Gunungkidul, Komunitas GPMB, Dinas Dikpora, Perpustakaan Desa Perpuseru, dan Komunitas Fotografi Gunungkidul. (Gemma Hanggarsih).





