Empat Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap Menu Program Makan Bergizi Gratis

Dandim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Roni Hermawan mendatangi MTSN 4 Gunungkidul. (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH) — Empat siswa MTsN 4 Wonosari dilarikan ke IGD RSUD Wonosari pada Rabu, 3 September 2025, setelah mengalami gejala mual dan muntah. Kejadian ini diduga akibat keracunan makanan dari program makan bergizi gratis (MBG) yang mereka santap di sekolah.

Guru Bimbingan Konseling (BK), Taufik Febrianto, menjelaskan bahwa sekitar 30 menit setelah menyantap makanan MBG, lima siswa mengalami gejala keracunan. Pihak sekolah segera bertindak dengan membawa empat siswa ke rumah sakit untuk penanganan medis.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya ada lima yang mengalami gejala serupa, tapi hanya empat yang kami bawa ke IGD karena satu siswa tidak mau,” ungkap Taufik.

Setelah menjalani observasi dan mendapatkan penanganan medis, kondisi para siswa membaik dan diizinkan untuk rawat jalan. Meskipun demikian, kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan siswa dan orang tua. Setelah peristiwa itu, banyak siswa memilih untuk membawa bekal makanan sendiri dari rumah. Kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal.

Menanggapi dugaan keracunan ini, berbagai pihak langsung mengambil tindakan. Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, menyatakan bahwa pihaknya masih mengidentifikasi penyebab pasti keracunan tersebut. Petugas telah mengambil sampel makanan dari siswa untuk diuji di laboratorium.

“Kami masih melakukan identifikasi terhadap sampel yang diambil dari para siswa yang diduga keracunan itu,” ujar Ismono.

Di sisi lain, Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Roni Hermawan, juga bergerak cepat dengan melakukan inspeksi ke beberapa dapur sehat yang menyuplai makanan. Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan makanan terpenuhi. Letkol Roni memberikan beberapa catatan penting kepada para staf dapur, terutama terkait sterilisasi alat makan dan kebersihan area dapur.

“Kejadian ini menjadi evaluasi bagi kita semua, terutama dapur, untuk benar-benar memastikan makanan yang akan didistribusikan sesuai standar yang ada,” tegas Dandim.

Ia menekankan perlunya mencuci alat makan dengan bersih dan menjaga area dapur dari serangga. “Jangan sampai pencucian alat makan tidak bersih, karena bisa menyebabkan bau dan menjadi cikal bakal penyakit,” tutupnya.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait