Eksentrik, Satria Baja Hitam di Gunungkidul Ini Jualan Dawet

oleh -
cendol super hero
Wahyu Prasetya, jualan cendol pakai kostum Satria Baja Hitam. (Foto: KH/ Kandar)

KARANGMOJO, (KH),– Bangunlah Ksatria bangun berdiri, Dengan rasa cinta Takut dikalahkan, Ksatria baja hitam Maju terus, Ksatria baja hitam Pantang mundur.. Demikian penggalan lirik lagu serial televisi karya Shotaro Ishinomori, Ksatria Baja Hitam atau judul aslinya Kamen Rider BLACK. Serial televisi tersebut merupakan kisah super hero yang tayang di televisi swasta Indonesia mulai tahun 1991. Anak-anak kelahiran tahun 80-an kebanyakan tahu mengenai tayangan dengan pemeran utama bernama Kotaro Minami itu.

Kisah keberanian Kotaro Minami diadopsi oleh Wahyu Prasetya (37), pemuda asal Padukuhan Pengkol 3, Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Bukan untuk menumpas kejahatan, namun bapak dua anak ini dengan penuh keberanian tanpa malu berekspresi melakukan inovasi dalam mendongkrak omset usaha jualan cendol dawet.

Bermodal kostum Ksatria Baja Hitam yang ia beli dari temannya, ia memberikan sentuhan pada usaha jualan dawet yang dijalankan. Kostum super hero itu ia kenakan saat berjualan. Tak pelak, hal tersebut mengundang minat banyak orang khususnya anak-anak untuk membeli.

“Saya mulai sejak pandemi lalu. Bersyukur usaha ini mendatangkan minat konsumen. Selain membeli dawet pelanggan banyak yang minta foto bersama,” ujarnya Minggu (20/6/2021) saat ditemui di lokasi jualan di ruas jalan Jatiayu, Karangmojo-Semin.

Menurutnya, belum ada orang yang jualan dawet dengan inovasi memakai kostum super hero. Maka, cara itu ia pilih untuk mendatangkan lebih banyak konsumen, terutama anak-anak.

Saat jualan, ia dibantu istri. Cendol yang ia jual dinamai CSH, alias Cendol Super Hero. Selain anak-anak sekitar, banyak wisatawan yang pulang usai berwisata juga mampir membeli cendol lantaran penasaran ada Ksatria Baja Hitam jualan cendol.

“Istri jualan setiap hari. Saya ikut jualan dengan kostum ini tiap akhir pekan saja. Sebab, saya masih kerja di Jogja,” imbuh lelaki berambut gondrong ini.

Ia mengaku dengan adanya inovasi berjualan dawet pakai kostum seharga Rp700.000,00 tersebut, omset yang dia dapat terdongkrak naik, menyentuh Rp400.000,00 hingga Rp500.000,00.

Wahyu Prasetya sedang melayani pembeli. (Foto: KH/ Kandar)

Adapun cendol dawet yang ia jual ada 3 jenis. Untuk original harganya Rp3.000,00, varian yang memakai tape Rp4.000,00, sedangkan untuk yang pakai bubur sumsum Rp4.000,00. Lantas apabila pelanggan menginginkan varian komplit pakai bubur sumsum dan tape pelanggan cukup membayar seharga Rp5.000,00 saja.

Wahyu melanjutkan, dirinya memang mengidolakan super hero Satria Baja Hitam sejak masih kecil. Kini, ketertarikan itu ia ekspresikan pada upayanya mencari nafkah. Meski laku hidupnya tak menyamai kiprah kepahlawanan Satria Baja Hitam pada serial televisi yang menjadi pelindung bumi, ia tetap bersyukur dan terus berharap dapat menjadi pahlawan bagi anak dan istri. Menjadi tulang punggung yang dapat diandalkan keluarga.

Salah satu pelanggan yang berhasil KH temui, Sherly Jelita mengaku berlangganan beli Cendol CSH. Menurutnya, cendol dibuat menggunakan kualitas bahan yang baik.

“Santannya tak bikin batuk. Rasa manisnya juga pas,” ujarnya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar