Dwi Wardiyanti Sudah Tombok 6 Juta’, ‘dwi-wardiyanti-sudah-tombok–6-juta

oleh -
iklan dispar

WONOSARI,kabarhandayani — Dwi Wardiyanti, salah satu warga yang mendapat bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTHL) dari Kementerian Sosial RI, bersyukur, rumah yang sebelumnya berdinding anyaman bambu, berlantai tanah, kini telah dibangun menjadi lebih baik.
Cairnya dana RTHL yang sebelumnya hanya menjadi angan, kini telah dirasakan manfaatnya oleh warga Jeruksari, RT.13, RW 14, Wonosari. Dinding yang sebelumnya memakai anyaman bambu, kini diubah menggunakan batako. Istri dari Wahyu Krisdiantoro ini bersyukur meski pembangunan rumahnya masih tombok.
“Tidak cukup hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah sebesar 10 juta, hingga saat ini kita sudah tombok sekitar  6 juta rupiah,” ungkap Dwi, sembari menunjukan bekas rumah lamanya yang mulai hilang karena adanya bangunan baru.
Bantuan 10 juta dari pemerintah, lanjut Dwi, digunakan untuk membeli Pasir, Besi dan Semen. Kekuranganya, ibu satu orang anak ini mengaku menjual barang berharga yang dia punya. “Untuk menyelesaikan pembangunan terpaksa jual perhiasan, ya apa yang kita punya,” ungkapnya.
Meski harus merogoh kocek dalam dalam, Dwi mengaku tetap bersyukur, mendapatkan bantuan Rumah Tidak layak Huni (RTHL) dari pemerintah. “Jika tidak ada bantuan ini, kemungkinan rumah juga tidak akan dibangun,” ucapnya.
Sementara Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunungkidul Drs Dwi Warna Widi Nugroho MSi mengungkapkan, Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Kementrian Sosial untuk 110 KK di Gunungkidul telah cair seluruhnya.
Dana tersebut cair secara bersamaan di lima kecamatan yang meliputi Wonosari, Playen, Paliyan, Karangmojo dan Semin. Dana sebesar 1,1 Miliar tersebut telah dibagikan kepada 110 kepala keluarga (KK) sasaran, dengan pembagian 10 juta per KK.
“Yang namanya tombok dalam pembangunan rumah itu sudah wajar, karena pembangunannya tidak bisa diseragamkan, kadang pemilik pengen nambah teras, kadang pengen tambah garasi, yang terpenting adalah dana bantuan dari pemerintah digunakan sesuai peraturan,” Ungkap Dwi Warna.
Dia berharap, Program RTHL ini dapat mendorong kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan tempat tinggal dan juga mengurangi kemiskinan di Gunungkidul. Dwi juga mengaku akan terus melakukan monitoring untuk melihat langsung rumah yang dibangun dengan dana pemerintah tersebut.
“Sebelum diaudit oleh pusat kita akan terus melakukan monitoring, karena ini tanggung jawabnya besar,” jelasnya.(Juju/Tty)

Komentar

Komentar