Droping Air Tidak Perlu Menunggu 1 Juli

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani.– Dampak kekeringan yang mulai melanda hampir 8 kecamatan di Wilayah Gunungkidul mulai dirasakan warga. Beberapa warga kini telah memanfaatkan sumber-sumber air terdekat untuk memenuhi kebutuhan air bersih. 

Melihat hal tersebut, Bupati Gunungkidul Hj. Badingah S.Sos mengatakan droping air di daerah rawan kekeringan tidak harus menunggu tanggal 1 Juli 2014 atau sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, pasalnya beberapa daerah kini telah kesulitan mendapatkan air bersih. 

“Sudah saya intruksikan kepada jajaran, jika memang ada permintaan air dari warga langsung dikirim saja, tidak usah menunggu tanggal 1 Juli,” katanya, Senin (9/6/2014). 

Dikatakan Badingah, untuk mencukupi kebutuhan air bersih, Pemkab Gunungkidul telah menganggarkan dana sebesar Rp. 821.410.000 rencananya anggaran tersebut akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan air bersih di 8 Kecamatan seperti, Semin, playen, Ngawen, Nglipar, Girisubo, Rongkop, Tepus dan Panggang. 

“Jangan sampai droping air nanti ditumpangi kepentingan politik, karena ini menjelang pemilihan presiden,” tambah Badingah. 

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dwi Warna Widi Nugroho mengaku siap mengirimkan air bersih jika memang sudah banyak warga yang membutuhkan. “Sesuai arahan bupati, kalau ada permintaan, maka kami akan melakukan penyaluran, yang jelas dengan prosedur yang benar,” ungkapnya. (Juju/Hfs)

Komentar

Komentar