Dinamika Pasar Playen: Apa Saja Hasil Pertanian Laku Dijual

oleh -5009 Dilihat
oleh

PLAYEN,(KH).– Perkembangan pembangunan pada simpul-simpul kecamatan Gunungkidul cukup pesat. Sekadar menengok kembali masa lalu, Pada tahun 70-an, suara orang-orang yang masar di Pasar Playen masih bergema, utamanya suara pande besi terdengar nyaring, bersahut-sahutanan dengan suara pengeras suara Bakul Jamu Air Mancur atau Jamu Jago dan juga bakul jamu tradisonal.

Kini suasana sudah berubah. Pasar ilang kumandange ganti gebyar kendharaane. Orang pergi ke pasar minimal naik sepeda motor, bahkan ada banyak yang membawa mobil. Namun demikian, masih ada warga yang berusaha di pasar melalui usaha ekonomi kecil-kecilan “Adhang-adhang dagangan dari petani, ada kacang, kedelai, jagung dan hasil pertanian lainnya.” kata Yu Mangunsayem (54) warga  Plembutan, yang setiap hari adhang-adhang atau siap membeli hasil pertanian dari petani untuk kemudian dijual di pasar Playen.

“Yang menarik, semua hasil pertanian, yang dulu belum masuk pasar, sekarang laku djual di pasar, seperti daun ketela rambat, diunting dan laku dijual satu unting atau ikat antara Rp 50 – Rp 100,- per buah. Mandhing muda untuk lalapan,  daun kates, daun ketela, bayam, kangkung, kobis, pisang, kelapa dan hasil pertanian lainnya,” kata Yu Mangunsayem.

Pantauan KH, kini ada banyak barang dagangan di Pasar Playen yang datang dari luar daerah. Sejak tengah malam sudah penuh dagangan dari Piyungan, Klaten, Yogyakarta, Tawangmangu, Bantul, Sleman. Dagangan yang masuk beraneka macam, dari Piyungan utamanya sayur-sayuran, dan juga ada pedagang getuk. Dari Yogya ada daging sapi, aneka makanan roti/kue. Dari Klaten juga men-suplay roti, dari Tawangangu ada buah-buahan, ketela dan sayur-sayuran.

Masuknya pedagang ke Pasar Playen, juga membawa dampak persaudaraan yang lebih terbuka antar wilayah. Ada pedagang yang kemudian terpikat dengan gadis Playen, kemudian meneruskan ke jenjang pernikahan, dan terus menjalankan usaha berdagang aneka macam kue.

Usaha yang terlihat sepele, seperti jasa parut kelapa pun juga ketiban rejeki di Pasar Playen. Bagi warga sudah tidak sempat memarut kelapa di rumah, mereka bisa meminta bantuan jasa parut kelapa di pasar. Disamping menerima jasa parutan kelapa, para penjaja jasa ini juga kreatif menyediakan parutan kelapa, sehingga warga tinggal membeli seberapa yang dibutuhkan. (Sarwo/Jjw).

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar