Rejeki Juni Mengalir dari Berdagang Sayur

oleh -
iklan dispar

PLAYEN,(KH).– “Ijazah tidak menjadi masalah. Yang penting mau kerja, rejeki akan mengalir ke saku kita”. Ungkapan tersebut disampaikan Juni (30), kepada KH Jumat pagi (7/11/2014).

Juni, warga Desa Karangasem Paliyan ini ijazahnya hanya SD, tetapi mampu menghidupi istri dan 1 anak, dengan usaha dagang sayur, makanan ringan, daging, sate ayam, krupuk, beras, gula, dan kebutuhan sehari-hari, bahkan menerima pesanan warga yang jauh dari pasar.

Juni sudah 3 tahun menjalani usaha dagang sayur, setiap pagi ia kulakan ke Pasar Playen dan dijajakan ke wilayah Kecamatan Paliyan. Bermodal sepeda motor dan bronjong yang diletakkan di jok sepeda motornya, ia menjalankan bisnisnya.

“Modal awal dulu hanya Rp 300 ribu, sekarang modalnya sudah Rp 800  ribu. Jam 04.00 subuh saya berangkat dari rumah menuju pasar Playen, kemudian mengumpulkan dagangan sesuai dengan pesanan warga. Jam 05.30 sudah siap meluncur ke Paliyan untuk mendatangi pelanggan yang biasanya sudah siap di depan rumah,” ujarnya. Dengan kode klakson, warga yang jadi pelanggannya segera menghampiri Juni yang berkeliling desa.

Juni menceritakan, paling lambat jam 10.00 WIB, ia sudah pulang ke rumahnya di Karangasem. Dagangannya sudah habis tinggal menghitung hasil penjualan dan keuntungannya. Dalam sehari, penghasilan bersih Juni rata-rata berkisar antara Rp 135 ribu – Rp 150 ribu. “Yang Rp 100 ribu langsung  saya tabung,” ujarnya.

Dari hasil usahanya berdagang sayur keliling desa, Juni bisa menyekolahkan anaknya, bisa merehab rumah, dan juga bisa membeli kambing untuk diternakkan.

Juni menceritakan, istrinya Dwi Jayanti (28) juga bekerja di home industri pembuatan roti di desanya, sehingga mampu menambah keperluan hidup keluarganya. “Alhamdulilah mas, saya bersukur mendapat hasil dari usaha ini,” kata Juni. (Sarwo/Jjw).

Komentar

Komentar