Dilirik Blantik, Harga Hewan untuk Korban Mulai Naik

oleh -
iklan dispar

PLAYEN, kabarhandayani— Harga sapi dan kambing di Pasar Hewan Siyonoharjo mulai merangkak naik, meskipun hari raya Idul Adha 1435 H / 2014 masih beberapa minggu lagi.
Banyak blantik (penjual sapi) yang sudah mulai mematok harga tinggi untuk sapi dan kambing yang berada di Pasar Siyonoharjo. “Kenaikan harga sapi dan kambing sudah mulai terasa sejak seminggu yang lalu,” kata Tamijan salah satu blantik asal Paliyan.
Ia menambahkan, menjelang hari raya Idul Adha, harus mulai mencari hewan dari petani yang akan menjual sapi dan kambingnya. “Karena saya sudah mendapatkan pesanan dari kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung,” imbuhnya.
Kepada KH, Tamijan menjelaskan, bahwa ia bekerja sama dengan tetangganya yang berada di kota dan akan menjualnya kembali saat sapi dan kambing tersebut sampai di kota. “Tetangga yang berada di kota sudah mencari pembeli dan tugas saya mencari sapi dan kambing di sini,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, untuk harga sapi simetal berkisar antara Rp 15-20 juta dan sapi Jawa berkisar antara Rp 12-17 juta. “Harga tergantung pada besar kecilnya sapi. Konsumen lebih memilih sapi Jawa yang dijadikan hewan kurban,” imbuhnya.
Sementara itu Suharsono, salah seorang penjual kambing mengatakan, untuk tahun ini pesanan yang ia terima dari Jakarta cenderung menurun. Pasalnya, warga kota banyak yang memilih sapi sebagai hewan kurban. “Untuk harga kambing bervariasi mulai dari harga Rp 700 – 1,8 juta,” paparnya
Ditanya soal mencari sapi dan kambing dari luar daerah, para pedagang enggan mengambil resiko dengan mendatangkan hewan qurban asal luar daerah Gunungkidul. Menurut mereka, di samping adanya permainan harga, kesehatan hewan juga menjadi alasannya.
“Sudah sejak beberapa tahun lalu setiap Idul Adha saya mencari hewan korban hanya di seputaran daerah Gunungkidul saja. Saya rasa harga sama saja, karena setiap Idul Adha pasti harga naik,” pungkas Suharsono.(Atmaja/Tty)

Komentar

Komentar