DBD Masih Mewabah, Fogging Kembali Dilakukan

oleh -
Fogging di Desa Mulo Wonosari. KH/ S. Yanto
iklan dispar
Fogging di Desa Mulo Wonosari. KH/ S. Yanto
Fogging di Desa Mulo Wonosari. KH/ S. Yanto

WONOSARI, (KH)— Fogging kembali dilakukan setelah beberapa warga di Padukuhan Karangasem Desa Mulo terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Fogging dilakukan beberapa waktu lalu dengan menyisir pada puluhan rumah yang disinyalir sebagai sarang nyamuk DBD.

Tak hanya di dalam rumah, petugas juga menyemprot pekarangan rumah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Selain itu, warga juga diharapkan menjaga kebersihan lingkungan agar jentik nyamuk tidak berkembang biak dengan bebas.

Ketua RT 4 Padukuhan Karangasem, Mugiyanto menuturkan fogging hanya dilakukan pada komplek tertentu saja. Hal ini dilakukan karena komplek itu merupakan daerah yang warganya sering terjangkit DBD.

“Tadi bisa mencapai lebih dari 60 rumah. Yang lainnya tidak disemprot karena masih dinilai aman dari sarang nyamuk ,” tuturnya.

Sebelumnya, beberapa warga di lingkungan tersebut dirawat di rumah sakit sakit karena serangan DBD. Virus DBD kebanyakan menyerang anak-anak dan remaja.

Sejak saat itu warga lain merasa was-was akan tertular penyakit yang disebabkan nyamuk Aides Aigepty tersebut.

Sementara itu berdasar data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul penderita DBD hingga sejak awal tahun hingga bulan Agustus ini tergolong tinggi, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Gunungkidul, Suharyanto Skm mengungkapkan, sudah tercatat ada 753 penderita bahkan beberapa diantaranya meninggal dunia.

“Fogging bukan solusi terbaik, hanya upaya situasional saja,” kata dia, Rabu, (17/8/2016). (S.Yanto).

Komentar

Komentar