GUNUNGKIDUL, (KH) – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Divpropam Polri yang berlokasi di Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Semin, Gunungkidul, untuk sementara waktu ditutup sejak pekan lalu. Penutupan ini dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah belasan siswa penerima manfaat Makanan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan mengalami gejala keracunan pada 15 September 2025.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Kesehatan Gunungkidul langsung melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel makanan. Selain itu, tim dari BGN juga melakukan investigasi awal di lapangan untuk menelusuri penyebab kejadian tersebut.
Berdasarkan hasil temuan di lapangan, BGN mengeluarkan surat penghentian sementara operasional dapur SPPG Semin pada 27 September 2025. Surat yang ditandatangani oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Albertus Dony Dewantoro, menyatakan bahwa operasional dapur harus dihentikan sepenuhnya sampai hasil uji laboratorium keluar.
“Operasional dihentikan sementara sampai hasil laboratorium keluar,” bunyi pernyataan resmi dalam surat tersebut.
Perwakilan dari SPPG, Didik Rubiyanto, membenarkan adanya penghentian sementara aktivitas operasional tersebut. Ia mengungkapkan bahwa hasil investigasi menunjukkan perlunya sejumlah perbaikan, khususnya di sektor sanitasi.
“Dihentikan sementara operasionalnya karena memang perlu ada perbaikan, terutama dalam hal sanitasi. Namun, kegiatan internal tetap berjalan karena para pekerja fokus melakukan pembenahan,” terang Didik saat ditemui.
Menurut Didik, penutupan sementara ini justru menjadi momentum positif untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengolahan makanan di dapur SPPG. Selain perbaikan sanitasi, pihaknya juga melakukan pembenahan pada sistem drainase, pengelolaan sampah, dan penyediaan fasilitas cuci tangan yang layak.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa SPPG juga mengadakan pelatihan khusus yang melibatkan beberapa pihak terkait. Pelatihan ini mencakup pengolahan makanan sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta penyuluhan mengenai proses sertifikasi halal.
“Untuk penghentiannya kemungkinan hanya berlangsung sekitar tiga hari. Setelah semua perbaikan rampung, kami akan kembali beroperasi,” jelas Didik.
Didik juga menambahkan bahwa proses pengurusan sertifikasi halal untuk pengolahan makanan kini tengah berjalan. Ke depan, para juru masak di SPPG Sumberejo juga akan mendapatkan pelatihan tambahan guna meningkatkan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan.
Sebagai informasi, dapur SPPG Sumberejo selama ini melayani kebutuhan gizi bagi 16 sekolah di wilayah Kapanewon Semin, dengan total penerima manfaat sekitar 2.800 siswa. Sementara itu, tenaga kerja yang terlibat dalam operasional dapur ini berjumlah 47 orang.





