Dalang Profesional Menjadi Tujuan Dalang Cilik Abimanyu

oleh -
iklan dispar

KARANGMOJO, kabarhandayani,– Perkembangan dunia pedalangan di Gunungkidul cukup membanggakan. Terbukti dari generasi ke generasi dunia pedalangan di Gunungkidul selalu menunjukkan perkembangan yang positif.
Salah satu dalang cilik yang kini tengah berjuang keras mewujudkan cita-citanya adalah Abimanyu. Siswa kelas 2 Sekolah Dasar 2 Karangmojo ini telah beberapa tahun menunjukkan keahliannya di dunia pedalangan. Abimanyu tinggal di Padukuhan Jaranmati, Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo.
Terakhir putra dari Agus Darmadi ini melakukan pementasan wayang kulit di Kecamatan Girisubo pada sebuah acara rasulan dan berkolaborasi dengan dalang senior Ki Subyantoro. Sebelumnya banyak pementasan yang telah ia lakukan dengan beberapa raihan prestasi yang cukup membanggakan.
Dalam kesempatan itu dalang kecil yang memiliki nama lengkap Abimanyu Mahendra Maladewa Darmadi ini mendapatkan apresiasi dari Ki Subyantoro. Dalang senior dari Kecamatan Semin Gunungkidul ini cukup bangga melihat kemajuan seni wayang kulit dengan melihat pementasan dalang cilik seperti Abimanyu.
Pada 1Novemner 2014 nanti, ia bersama belasan dalang cilik lainnya akan melakukan pementasan wayang kulit di Desa Wiladeg dalam rangka memperingati hari ulang tahun Sanggar Pengalasan. Sanggar Pengalasan merupakan sebuah sanggar di bidang dunia pedalangan yang mendidik dalang cilik Gunungkidul di Desa Wiladeg Kecamatan Karangmojo.
“Saya ingin menjadi dalang profesional yang terkenal. Saya sekarang sudah cukup terbiasa mendalang tak ada rasa grogi atau pun takut,” ujar Abimanyu.
Cita-cita Abimanyu itu rasanya bukanlah hal yang mustahil terwujud. Keinginan kuat dan semangat berlatih yang tinggi hampir dipastikan akan memuluskan cita-cita itu dengan mudah.
Kelincahan tanggannya dalam mengayunkan kulit-kulit berwujud wayang di depan kelir tak diragukan lagi. Suaranya cukup memukau banyak penonton meski ciri khas suara anaknya belum bisa hilang sempurna.
Meski dalang cilik yang lahir pada 29 Oktober 2003 ini piawai dalam memainkan wayang dan bersuara lantang saat mendalang, namun ternyata kedua orang tuanya bukanlah seorang seniman. Ibunya Bernadeta Dwi Kumala Yudani Rahayu seorang perawat kesehatan, sedangkan ayahnya seorang usahawan.(Maryanto/Tty)

Komentar

Komentar