Petugas BKSDA, Tugimayanto mengatakan, upaya pencarian dilakukan dengan melakukan penyisiran di lokasi buaya saat terlihat sebelumnya.
“Kami coba mencermati lokasi-loaksi yang memungkinkan digunakan untuk bersembunyi,” kata dia.
Dijelaskan, penyisiran dilakukan ke arah hilir dan hulu sungai sejauh masing-masing 1 kilometer dari titik saat buaya terlihat.
Pihaknya mengakui upaya pencarian tak mudah. Sebab, areal sungai cukup luas dan panjang.
“Kebetulan kondisi air juga keruh, sementata di darat di bantaran sungai jelas banyak rimbunan semak dan pohon, sehingga tak mudah,” ujar Tugimayanto.
Pihaknya menduga buaya yang diprediksi mempunyai panjang sekitar 1,5 meter tersebut merupakan peliharaan yang lepas.
Sebab, selama ini belum pernah ada satwa Buaya di kawasan Sungai Oya.
Senada dengan pengakuan warga yang datang menyaksikan upaya penyisiran, selama ini hewan melata jenis Buaya tak pernah di lihat muncul di sungai terpanjang di Gunungkidul ini.
“Kami harap warga di sekitar sungai waspada untuk meminimalisir serangan buaya,” imbau Tugimayanto. (Kandar)