Berkat Menulis di Pikiran Pembaca, Romli Bisa Kuliah

oleh -
iklan dispar

PLAYEN, kabarhandayani,– Nasib seseorang tidak ada yang tahu, kecuali Allah yang tahu nasib orang mau sukses atau tidak. Tetapi manusia diwajibkan berusaha.
Usaha yang gigih dilakukan Romli Komar (28), seorang pemuda dari Dusun Kebang Desa Lohayong Kecamatan Solor Timur Kabupaten Flores Timur. Sejak lulus SD di Kecamatan Solor Timur, ia berusaha sekolah diJawa. Kepergian Romli terdampar di Bantul, karena tidak punya saudara, Romli masuk Panti Asuhan di Bantul. Dan melanjutkan sekolah di MTs swasta, tiga tahun selesai.
Kemudian ia hijrah ke Gunungkidul, masuk di SMK PP Al Hikmah Jurusan Kriya Ukir, untuk kelas baru di PP Al Hikmah. Rangking dalam kelas selalu berada di urutan satu, tapi sayang saya ujian nasional 5 kali gagal. “Kegagalan UN karenasaya malas, nggak mau belajar menjelang ujian,” Romli mengaku.
Hampir menyerah sekolah di SMK PP Al Hikmah, tetapi ada petunjuk dari seseorang yangmemberikan dorongan Romli untuk menyelesaikan studinya di SMK PP Al Hikmah. Dengan pegang ijazah SMK, ia bisa kuliah atau mencari pekerjaan. Sejak itu Romli rajin belajar dan tahun 2010 lulus SMK.
Mau kuliah tidak punya dana, mau cari dana kemana tidak tahu. Akhirnya Romli ambil pulpen menulis di Pikiran Pembaca di Kedaulatan Rakyat. Rupanya pikiran pembaca yang ditulis, membuat orang lain iba, puluhan orang menghubungi ingin membantu Romli.
”Yang langsung menghubungi saya adalah Mirza Indianto, ujar Romli. “Anda bisa datang ke Hotel Melia Purosani sekarang. Ya saya langsung ketemu dengan Mirza Indianto, butuh uang berapa untuk  mendaftar kuliah,” kata Mirza sebagaimana diungkapkan Romli.
“Saya jawab Rp 3 juta. Langsung dikasih, uangnya Rp 50.000,- sejumlah 60 lembar. Dompet saya jadi penuh nggak bisa dilipat.” Kata Romli di depan ratusan wali santri dan santri di PPAl Hikmah Minggu (31/08).
Ini semua berkat pertolongan dari Allah lewat Pikiran Pembaca yang dimuat di salah satu koran terbitan Yogyakarta tersebut. Romli kemudian mencari informasi perguruan tinggi yang diminati, dan ia memilih UMY. Waktu tes masuk ke UMY dinyatakan diterima, ia kemudian lapor ke Mirza, bahwa dana yang harus disetur Rp 4.950.000,-. “Alhamdullilah dikirim Rp 6 juta,” ujar Romli.
Kebaikan Mirza Indianto, warga Balikpapan Kalimantan Timur sangat luar biasa. Meski bukan saudara, tetapi terus berlanjut membantu Romli. Romli juga menceritakan, ketika Mirza  mau berangkat haji, menanyakan masih memerlukan apa. “Saya jawab motor bekas saja Pak,” kata Romli. Hal itu dijawab oleh Mirza sebagaimana disampaikan Romli, “Jangan yang bekas, beli yang baru dibayar kontan.” Akhirnya Romli kuliah memakai motor baru sampai sekarang.
Dalam pengajian bersama wali santri dan santri PP Al Hikmah tersebut, Romli menyatakan, “Terima kasih kepada Bapak Mirza sudah membantu segalanya. Sekarang saya sudah semester IX, tinggal skripsi. Awalnya, saya memilih skripsi dengan judul Perlindungan Hukum Terhadap Terduga Teroris Pada Saat Penangkapan. Tetapi ketika mengumpulkan data sangat sulit, ke Polda Jateng nggak berhasil.”
Akhirnya Romli mengganti skripsi dengan judul Efektifitas Penjatuhan Sangsi Pidana Kepada Pelaku Tindak Pidana Perjudian. “Saya peroleh data untuk skripsi di Gunungkidul, dan insya Allah tahun ini selesai,” ujar Romli. Setelah meraih Sarjana Hukum, Romli bercita-cita ingin menjadi pengacara. (Berita dan foto kiriman dari: Sarwo, Ed: Jjw).

Komentar

Komentar