Babad Dalan Desa Sodo Tahun Ini Kurang Meriah

oleh -
iklan dispar
PALIYAN, Kabarhandayani; Salah satu Upacara tradisi yang terkenal di Gunungkidul dari Desa Sodo Kecamatan Paliyan adalah Babad Dalan, sebagian warga saat ini menyebutkan, tradisi tersebut merupakan salah satu kegiatan sebagai ungkapan rasa syukur warga setelah musim panen, biasanya ditandai dengan upacara adat kenduri atau sedekah di balai padukuhan dan balai desa serta diadakannya berbagai hiburan seni yang di pusatkan di sekitar Balai Desa Sodo.
 
Biasanya tradisi Babad Dalan dilaksanakan serempak oleh warga Se Desa Sodo, namun karena beberapa hal untuk tahun ini pelaksanaannya tidak bersamaan, bahkan minim acara, seperti yang disampaikan Ratno tokoh warga Padukuhan Sidorejo sesaat setelah kenduri Babad Dalan bahwa ada sedikitnya 2 dusun lebih dahulu melaksanakan tradisi kenduri dalam rangka Babad Dalan, “Upacara adat biasanya dilaksanakan hari pasaran jum’at kliwon antara bulan Mei dan Juni, karena bulan Juni mepet dengan Bulan Puasa sehingga tidak memungkinkan adanya event keramaian,” jelasnya (16/5/2014).
 
Karena hal itulah maka warga di Padukuhan Sidorejo dan sebagian warga di Padukuhan Tambakrejo melaksanakannya lebih awal dari Dusun yang lain. “Saya kira Jum’at kliwon di Bulan Mei saja tidak masalah, karena toh besok di Bulan Juni tidak ada acara keramaian seperti hiburan seni, dan sebagainya, kayaknya kalau cuma kenduri tidak akan menggangu ujian,” tambahnya.
 
Sunarya Kepala Desa Sodo menyatakan, bahwa dirinya mengakui beberapa waktu lalu sudah dilakukan pertemuan yang melibatkan dukuh dan tokoh masyarakat, dan terjadi pembahasan yang cukup alot perihal penentuan hari pelaksanaan tradisi Babad Dalan, disamping karena hari pelaksanaan bukan berdasarkan penanggalan Masehi tetapi berdasarkan hari pasaran, yaitu pada hari Jum’at Kliwon.
 
“Tidak ada kepastian tanggal, tapi hari pasaran, sebenarnya kita sepakati pelaksanaan nanti bulan Juni, dengan pertimbangan bahwa Jum’at Kliwon yang jatuh pada tanggal 16/5/2014 mendekati Ujian Sekolah / Madrasah (US/M) pada tingkat Dasar yang dimulai pada Senin,19/5/2014,” jelasnya.
 
“Dikhawatirkan karena mepet dengan pelaksanaan ujian akan menggangu konsentrasi belajar siswa, karena di Sodo sendiri ada 3 SD,” ungkap Sunarya.
 
 
Sunarya menambahkan, jika ternyata ada sebagian warga yang menginginkan melaksanakan lebih dahulu harapannya tidak menjadi suatu permasalahan, ke depan akan diupayakan musyawarah mufakat yang mengedepankan azas demokrasi sehingga warga dapat menerima hasil keputusan bersama. (Kandar)

Komentar

Komentar