Karang Taruna Gunungkidul Salurkan 100 Tangki Air Bersih, Sembako hingga Pakan Ternak

Karang taruna Gunungkidul
Penyerahan bantuan sosial dari Karang Taruna Gunungkidul kepada penerima di wilayah Girisubo menjadi rangkaian menuju BBKT 2026. (ist)

GUNUNGKIDUL, (KH) — Kepedulian terhadap masyarakat menjadi salah satu wujud gerakan pemuda yang dilakukan Karang Taruna Kabupaten Gunungkidul. Melalui agenda Srawung Pemuda dalam rangka Road to Bulan Bhakti Karang Taruna (BBKT) ke-66 Tahun 2026, organisasi kepemudaan ini menyalurkan berbagai bantuan sosial, mulai dari 100 tangki air bersih, sembako, hingga pakan ternak.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pendapa Wota Wati, Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, Minggu (18/10/2026). Selain menjadi ruang pertemuan dan pertukaran gagasan antarpemuda, agenda ini juga diisi aksi sosial yang menyasar masyarakat di sejumlah wilayah Gunungkidul.

Ketua Karang Taruna Gunungkidul, Septian Nurmansah, didampingi Ketua Bidang Informasi Karang Taruna Gunungkidul, Aji Awalani, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar pertemuan pemuda tidak berhenti pada diskusi, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Tidak hanya menjadi ajang diskusi, kegiatan ini juga mengedepankan aksi nyata melalui rangkaian srawung dan bakti sosial di sejumlah titik di Kabupaten Gunungkidul,” terang Septian.

Salurkan Air Bersih hingga Bantuan untuk Kalimantan

Salah satu bantuan yang disalurkan dalam rangkaian kegiatan tersebut berupa 100 tangki air bersih. Bantuan ini merupakan hasil kerja sama Karang Taruna Gunungkidul dengan sejumlah pihak.

Selain air bersih, Karang Taruna juga menyalurkan bantuan pakan ternak kepada sejumlah peternak serta paket sembako bagi warga di Girisubo. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepedulian Karang Taruna Gunungkidul juga menjangkau masyarakat di luar daerah. Dalam kegiatan ini, bantuan masker turut disalurkan untuk wilayah terdampak kebakaran di Kalimantan.

Menurut Septian, berbagai aksi tersebut menjadi bentuk komitmen Karang Taruna dalam menumbuhkan solidaritas dan menggerakkan potensi pemuda agar lebih tanggap terhadap persoalan sosial.

“Rangkaian aksi ini mencerminkan komitmen Karang Taruna Gunungkidul untuk menumbuhkan solidaritas, memperluas kepedulian kemanusiaan, dan menggerakkan potensi pemuda agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat, baik di tingkat lokal maupun di luar daerah,” tandasnya.

Di luar kegiatan bakti sosial, Srawung Pemuda menjadi ruang bagi para pemuda untuk bertukar pikiran, membangun komunikasi, dan memperkuat hubungan antarkepengurusan Karang Taruna.

Forum tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya gagasan-gagasan kreatif dan kolaboratif dalam menjawab berbagai persoalan sosial di Gunungkidul. Penguatan kelembagaan juga menjadi perhatian agar Karang Taruna semakin mampu menjalankan perannya sebagai organisasi sosial kepemudaan.

Kegiatan Srawung Pemuda Karang Taruna Gunungkidul kali ini mendapat dukungan dari Karang Taruna Nasional, Karang Taruna Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Gunungkidul.

Septian menegaskan, melalui rangkaian Road to BBKT ke-66, Karang Taruna ingin mendorong pemuda agar mengambil peran aktif dalam pembangunan dan menghadirkan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.

Baginya, semangat srawung menjadi landasan untuk mempererat persaudaraan, menyatukan potensi, serta membangun gerakan sosial yang berkelanjutan. Karang Taruna diharapkan semakin kuat menjadi mitra masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan Gunungkidul yang berdaya, peduli, dan sejahtera.

“Kami punya motto, terus bergerak memberi dampak yang membuat kami terus semangat melakukan aksi nyata untuk masyarakat,” pungkas Septian.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait