Peduli Kesehatan Anak Disabilitas, Rajawali FK UI dan RSUD Wonosari Gelar Baksos di SLB 2 Gunungkidul

Baksos Rajawali FK UI
Pemeriksaan telingan siswa SLB 2 Gunungkidul oleh petugas medis mnejadi salah satu rangkaian Baksos Rajawali FK UI. (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Ratusan siswa SLB 2 Gunungkidul mengikuti skrining kesehatan dan edukasi dalam kegiatan bakti sosial yang digelar Rajawali FK UI bersama RSUD Wonosari, Komda PGPKT Gunungkidul, dan Puskesmas Playen, Jumat (17/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang tersebut tidak hanya berupa pemeriksaan kesehatan umum. Para siswa juga mendapatkan layanan bersih-bersih telinga, pemeriksaan kesehatan kulit dan gigi, edukasi gizi, serta penyuluhan kesehatan reproduksi bagi remaja disabilitas.

Bacaan Lainnya

Perwakilan Yayasan Rajawali FK UI, dr. Dian Budiani, MBA, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan sejumlah tenaga kesehatan dari RSUD Wonosari dan Komda PGPKT Gunungkidul.

“Kami dibantu dokter dari RSUD dan PGPKT Gunungkidul. Sementara kami menjadi konsultan,” tutur Dian.

Pelaksanaan skrining kesehatan mendapat respons positif dari para siswa. Mereka mengikuti rangkaian pemeriksaan dengan cukup antusias.

Selain pemeriksaan kondisi kesehatan secara umum, tim juga memberikan perhatian terhadap kesehatan telinga, kulit, gigi, serta kondisi gizi siswa. Edukasi diberikan agar anak-anak semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan diri.

Apabila dalam pemeriksaan ditemukan keluhan kesehatan yang membutuhkan penanganan atau rujukan lebih lanjut, koordinasi lintas lembaga segera dilakukan.

Langkah tersebut dilakukan agar siswa yang membutuhkan perhatian medis tidak berhenti pada pemeriksaan awal, tetapi dapat memperoleh tindak lanjut sesuai kebutuhannya.

Penting untuk Mengetahui Kondisi Kesehatan Sejak Dini

Kepala SLB 2 Gunungkidul, Emi Sulasminingsih, mengapresiasi kegiatan bakti sosial tersebut. Menurutnya, skrining kesehatan bagi anak disabilitas memiliki arti penting karena dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan anak sejak dini.

“Anak-anak hari ini mendapatkan skrining kesehatan, mulai dari pemeriksaan kebersihan telinga, kondisi kulit, gizi, hingga penyuluhan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan bagi anak mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi anak disabilitas ini merupakan hal yang sangat penting,” kata Emi.

Baksos FK UI
Penyuluhan kesehatan bagi siswa SLB dan wali siswa. (KH)

Menurut Emi, pemeriksaan kesehatan sekaligus edukasi yang diberikan dalam kegiatan tersebut juga dapat membantu orang tua lebih memahami kondisi anak.

Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, orang tua maupun pihak sekolah dapat lebih cepat mengambil langkah apabila ditemukan masalah yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

“Melalui kegiatan ini, orang tua bisa mengetahui kondisi kesehatan anak sejak dini. Anak dan orang tua juga mendapatkan edukasi, sehingga apabila ada yang memerlukan penanganan lebih lanjut, bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Emi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan bakti sosial di SLB 2 Gunungkidul tersebut.

Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada kesempatan berikutnya. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjadi bagian dari upaya mendukung anak disabilitas agar tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Ini bisa menjadi awal untuk mendukung tumbuh kembang anak sesuai dengan potensi masing-masing,” katanya.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait