Film “Nalar” Karya Guru SD Raih Juara 1 Lomba Video Literasi Gunungkidul 2026

Video Literasi
Sekretaris Dispussip Gunungkidul Rudi Iswanto menyerahkan piala peraih juara 1 Lomba Video Konten Literasi. (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH),— Film pendek berjudul “Nalar” karya Probo Dwi Atmono berhasil meraih juara pertama Lomba Video Literasi Gunungkidul 2026 yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Gunungkidul. Piala dan piagam penghargaan diserahkan kepada para pemenang di Kantor Dispussip Gunungkidul, Kamis (30/7/2026).

Lewat film tersebut, Probo ingin menyampaikan pesan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kebiasaan membaca buku. Menurutnya, kemampuan membaca lingkungan, memahami realitas, hingga berpikir kritis juga menjadi bagian penting dari literasi yang perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak dini.

Bacaan Lainnya

“Banyak di sekitar kita masih terjadi simpang siur informasi, mitos, dan sebagainya karena anak-anak kurang literasinya. Jadi kami mengajak anak-anak agar pintar tidak sebatas hanya membaca buku, tetapi juga membaca lingkungan dan realitas di sekitar,” tutur Probo.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa buku tetap menjadi salah satu sumber pengetahuan yang paling kredibel. Di tengah derasnya arus informasi digital, buku dinilai masih lebih aman dari risiko penyebaran hoaks sehingga tetap menjadi fondasi penting dalam membangun budaya literasi.

Menariknya, Probo mengaku tidak memiliki latar belakang pendidikan perfilman. Seluruh proses produksi film dilakukan secara otodidak dengan memanfaatkan kemampuan yang dimiliki. Bahkan, seluruh pemeran dalam film tersebut merupakan murid-muridnya sendiri.

“Saya tidak punya background pendidikan perfilman. Jadi belajar sendiri dan yang menjadi talent semuanya murid-murid saya,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, film “Nalar” memperoleh skor tertinggi, yakni 267 poin. Posisi kedua diraih Galang Ibrahim melalui karya berjudul “Mengetuk Jendela Dunia”, sedangkan juara ketiga diraih Aqit Apriyanto lewat film “Berpetualang dengan Si Ramo”.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul, Rudi Ismanto, mengapresiasi antusiasme peserta dalam mengikuti Lomba Video Literasi Gunungkidul. Menurutnya, puluhan karya yang masuk menunjukkan kreativitas sekaligus kepedulian masyarakat terhadap penguatan budaya literasi.

Ia menjelaskan, pada awal pendaftaran terdapat sekitar 65 peserta yang mengikuti lomba. Setelah melalui proses seleksi administrasi, lebih dari 50 peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti tahapan berikutnya, mulai dari bimbingan teknis hingga penjurian.

“Video dan film yang dikirimkan peserta dibuat dengan sungguh-sungguh dan penuh kreativitas. Ini menunjukkan semangat masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menyampaikan pesan literasi melalui media audiovisual,” kata Rudi.

Rudi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan dukungan anggaran yang memadai. Menurutnya, Lomba Video Literasi Gunungkidul tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu mendorong masyarakat, terutama anak-anak muda, untuk terus berkreasi sekaligus meningkatkan minat baca dan budaya literasi di Kabupaten Gunungkidul.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait