NGLANGGERAN, (KH),– Sejumlah pelaku, akademisi, praktisi, dan penggerak wisata edukasi mendeklarasikan pendirian Forum Wisata Edukasi Indonesia, atau ForWise Indonesia, sebagai wadah kolaborasi nasional untuk memperkuat ekosistem wisata edukasi di Indonesia.
ForWise Indonesia hadir sebagai forum independen yang bertujuan mendorong pengembangan wisata edukasi yang lebih terarah, profesional, aman, berdampak, dan sejalan dengan agenda quality tourism Indonesia. Forum ini diharapkan dapat menjadi ruang bersama bagi para pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha, sekolah, perguruan tinggi, desa wisata, destinasi, komunitas, akademisi, hingga pemerintah, dalam membangun standar, jejaring, dan praktik baik wisata edukasi di Indonesia.
Deklarasi pendirian ForWise Indonesia dilandasi oleh kesadaran bahwa wisata edukasi memiliki peran strategis dalam membentuk pengalaman belajar di luar kelas, memperkuat karakter peserta didik, mengenalkan kekayaan budaya dan alam Indonesia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan destinasi dan masyarakat.
Deklarasi ForWise Indonesia yang dilakukan pada momentum 1 Suro atau Tahun Baru Islam 1 Muharam dimaknai sebagai simbol semangat baru untuk mentransformasikan fenomena wisata edukasi di Indonesia menjadi gerakan yang lebih terarah, bermakna, dan berdampak. Melalui semangat tersebut, ForWise Indonesia mendorong Indonesia untuk berkembang sebagai Learning Destination, sekaligus mengajak desa dan kampung wisata kembali kepada marwahnya sebagai Living Classroom: ruang belajar yang hidup, otentik, partisipatif, dan berakar pada pengetahuan, budaya, alam, serta kehidupan masyarakat setempat.
“Wisata edukasi bukan sekadar perjalanan sekolah atau kunjungan lapangan. Ia adalah proses pembelajaran berbasis pengalaman yang harus dirancang dengan tujuan, standar keselamatan, nilai edukatif, dan dampak yang jelas. ForWise Indonesia hadir untuk memperkuat fondasi tersebut,” ujar Irwan Tamrin, salah satu pendiri ForWise Indonesia.
ForWise Indonesia juga melihat pentingnya penyusunan standar dan pedoman bersama agar kegiatan wisata edukasi dapat dilaksanakan secara bertanggung jawab. Hal ini mencakup aspek keselamatan perjalanan, kelayakan destinasi, kualitas fasilitator, desain program pembelajaran, perlindungan anak, keberlanjutan, serta keterlibatan masyarakat lokal.
Dalam tahap awal, ForWise Indonesia didirikan oleh lima tokoh yang memiliki latar belakang kuat di bidang pariwisata, pendidikan, desa wisata, akademik, dan pengembangan komunitas, yaitu:
- Agus Wiyono, Ketua East Java Ecotourism Forum;
- Husen Hutagalung, akademisi Institut Pariwisata Trisakti;
- Irwan Tamrin, praktisi wisata edukasi dan pendiri WisataSekolah;
- Sugeng Handoko, penggerak Desa Wisata Nglanggeran;
- Tri Sulihanto Putra, pendiri Malang Travelista.
Keberagaman latar belakang para pendiri ini menjadi kekuatan awal ForWise Indonesia dalam membangun pendekatan wisata edukasi yang tidak hanya berorientasi pada perjalanan, tetapi juga pada pembelajaran, pemberdayaan masyarakat, keberlanjutan destinasi, dan peningkatan daya saing pariwisata Indonesia.
ForWise Indonesia menempatkan wisata edukasi sebagai salah satu pintu masuk penting dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan pariwisata. Melalui forum ini, diharapkan lahir berbagai inisiatif kolaboratif seperti pengembangan standar wisata edukasi, pelatihan pelaku, kurasi destinasi edukatif, riset dan publikasi, penguatan jejaring sekolah dan destinasi, serta pengembangan program berbasis budaya, alam, konservasi, sains, kewirausahaan, dan pengabdian masyarakat.
Forum ini juga diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata edukasi yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
“Indonesia memiliki kekayaan luar biasa untuk dikembangkan sebagai ruang belajar. Desa wisata, museum, kawasan konservasi, situs budaya, kampus, industri kreatif, hingga komunitas lokal dapat menjadi laboratorium pembelajaran yang hidup. Tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi itu dikemas secara aman, edukatif, profesional, dan berkelanjutan,” ucap Sugeng Handoko menambahkan .
Dalam jangka panjang, ForWise Indonesia memiliki visi untuk menjadi rumah bersama bagi pengembangan wisata edukasi Indonesia yang inklusif, kredibel, dan berdampak. Forum ini akan mendorong lahirnya ekosistem wisata edukasi yang mampu memberikan manfaat bagi peserta didik, lembaga pendidikan, pelaku pariwisata, destinasi, masyarakat lokal, serta pembangunan pariwisata nasional.
Deklarasi ForWise Indonesia menjadi langkah awal untuk membangun gerakan bersama dalam menjadikan wisata edukasi sebagai bagian penting dari masa depan pariwisata Indonesia: pariwisata yang tidak hanya dikunjungi, tetapi juga dipelajari, dialami, dimaknai, dan memberi dampak; sekaligus meneguhkan Indonesia sebagai Learning Destination dan desa serta kampung wisata sebagai Living Classroom bagi generasi pembelajar.
Tentang ForWise Indonesia
Forum Wisata Edukasi Indonesia, atau ForWise Indonesia, adalah forum kolaboratif nasional yang dibentuk untuk memperkuat ekosistem wisata edukasi di Indonesia. Forum ini menjadi ruang bersama bagi pelaku pariwisata, lembaga pendidikan, akademisi, desa dan kampung wisata, komunitas lokal, fasilitator, praktisi industri, serta pemangku kebijakan dalam mendorong wisata edukasi yang aman, edukatif, inklusif, partisipatif, berkelanjutan, dan berdampak.
ForWise Indonesia berfokus pada pengembangan standar, jejaring, kapasitas pelaku, kurasi destinasi edukatif, advokasi kebijakan, riset, serta penguatan praktik baik wisata edukasi. Dengan semangat responsible tourism dan fair tourism, ForWise Indonesia mendorong wisata edukasi sebagai proses pembelajaran berbasis pengalaman yang menghargai nilai lokal, memperkuat peran masyarakat, menjaga keberlanjutan destinasi, dan memberi manfaat nyata bagi peserta didik maupun masyarakat tuan rumah.





