GUNUNGKIDUL, (KH) – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Gunungkidul mulai mengalami kenaikan signifikan. Salah satu komoditas yang naik paling tajam adalah cabai.
Di Pasar Playen, para pedagang mulai merasakan dampak kenaikan harga tersebut. Samiyah, salah seorang pedagang, mengatakan bahwa dalam sepekan terakhir hampir semua bahan pokok mengalami lonjakan harga. Para pedagang pun enggan mengambil stok terlalu banyak karena khawatir tidak laku.
Menurutnya, kenaikan paling mencolok terjadi pada berbagai jenis cabai. Harga cabai rawit merah yang sebelumnya Rp20 ribu per kilogram kini melambung hingga Rp 85 ribu. Cabai merah besar naik dari Rp 17 ribu menjadi Rp 55 ribu, sementara cabai hijau besar yang semula Rp 12 ribu kini berada di kisaran Rp 35 ribu per kilogram. Cabai rawit putih juga naik dari Rp 12 ribu menjadi Rp 40 ribu, dan cabai hijau lalap meningkat dari Rp 12 ribu menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Selain cabai, bawang merah, bawang putih, dan beberapa jenis sayuran juga mengalami kenaikan harga.
“Kalau kulak banyak tidak laku karena harganya terlalu tinggi,” ujar Samiyah.
Pedagang lain, Ati (46), juga mengakui hal serupa. Selain harga cabai yang melonjak, pasokan dari pengepul juga semakin terbatas. Ia biasanya mengambil 10 kilogram cabai per hari, namun kini hanya mampu membeli 3 hingga 4 kilogram.
“Terlalu tinggi harganya, jadi kami hanya bisa ambil sedikit,” kata Ati.
Kenaikan harga cabai ini turut mempengaruhi pola belanja konsumen. Jika sebelumnya konsumen membeli setengah kilogram, kini mereka hanya berani membeli dua hingga lima ons. “Mereka terpaksa mengurangi pembelian karena harganya tidak masuk akal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Setda DIY, Eling Priswanto, menyampaikan bahwa Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY bersama Pemkab Gunungkidul telah melakukan pemantauan harga sembako di sejumlah pusat perbelanjaan dan pasar tradisional, Rabu (03/12/2025).
Dari hasil pemantauan tersebut, diketahui bahwa harga cabai terus merangkak naik dalam beberapa minggu terakhir. Bawang merah dan sejumlah komoditas sayur juga mencatatkan tren kenaikan. Adapun harga daging ayam terpantau stabil meski cenderung tinggi, yakni Rp 38 ribu per kilogram. Harga telur ayam berada di angka Rp 27 ribu per kilogram, sedangkan gula, beras, dan tepung relatif stabil.
“Ada kenaikan, terutama pada cabai. Kemungkinan disebabkan menurunnya hasil panen akibat cuaca dan serangan hama,” jelas Eling.
Meski harga naik, pemerintah memastikan stok kebutuhan pokok di DIY, termasuk Gunungkidul, tetap aman hingga akhir 2025 dan awal 2026. Eling menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah daerah pemasok guna memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga.





