SPAMDes Dikembangkan, Pemenuhan Air Bersih di Kedungpoh Beres

Pembangunan SPAMDes di Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul. (KH/ Kandar)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Sistem Penyediaan Air Minum Pedesaan (SPAMDes) dibangun di Padukuhan Kedungpoh Kidul, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul. Infrastruktur air bersih ini diproyeksikan untuk mengatasi masalah kekurangan air bersih yang selama ini dialami warga sekitar.

Pada Senin (27/7/2025), Bupati Gunungkidul meninjau perkembangan pembangunan dak beton yang menjadi penyangga tandon air (toren) serta pembangunan sumur bor di lokasi tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pemantauan terhadap pembangunan berbagai fasilitas umum di sejumlah wilayah.

Bacaan Lainnya

“Selain sumur bor dan tandon, juga dibangun jaringan perpipaan menuju permukiman warga. Lokasi sumur di sini, sementara jarak ke rumah-rumah yang memanfaatkan air ini sekitar dua kilometer,” ujar Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih.

Pembangunan fasilitas air bersih ini didanai oleh anggaran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dengan nilai sekitar Rp238 juta. Dengan kapasitas tandon dan debit air dari sumur sebesar 2 liter per detik, sistem ini diperkirakan mampu menyelesaikan kebutuhan air bagi sekitar 50 Kepala Keluarga (KK).

Sebelum meninjau pembangunan sarana air bersih di Kedungpoh, Bupati bersama jajaran Dinas PUPRKP Gunungkidul dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, mengecek progres pembangunan fasilitas publik di beberapa titik. Di antaranya meliputi pembangunan dan perbaikan jalan, shelter pengungsi, talud, serta rumah-rumah dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk warga dengan kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Kami menganggarkan pembangunan 246 unit rumah, dan semuanya telah selesai. Jalan menuju Gunung Gambar serta jalur di wilayah Karangmojo juga turut kami perbaiki,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Pengelola SPAM dan Sanitasi (KPSPAMS) Banyuku, Sutejo, mengatakan bahwa pembangunan sarana air bersih yang saat ini telah mencapai sekitar 60 persen merupakan bentuk pengembangan dari sistem yang sudah ada sebelumnya.

“Dengan tambahan satu bak reservoir, totalnya nanti akan ada tiga. Ini akan sangat membantu warga yang selama ini kesulitan air bersih, terutama saat musim kemarau,” ungkap Sutejo, yang juga merupakan Kepala Dukuh Kedungpoh Kidul.

Ia menambahkan, saat ini masih ada dua RT yang belum terjangkau jaringan pipa dan harus membeli air tangki saat musim kemarau.

“Kalau jaringan sudah terhubung semua, warga bisa mendapatkan air bersih dengan lebih mudah dan murah. Setiap sambungan rumah hanya dikenai tarif Rp3.000 per meter kubik,” pungkasnya.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait