165 Jiwa Terdampak Cuaca Ekstrem Gunungkidul, 113 Mengungsi

Tim gabungan melakukan evakuasi material longsor. (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH) – Sebanyak 165 jiwa terdampak cuaca ekstrem Gunungkidul yang terjadi sejak Selasa (17/2) sore. Dari jumlah tersebut, 113 orang terpaksa mengungsi akibat banjir dan tanah longsor yang melanda puluhan titik di wilayah perbukitan utara kabupaten ini.

Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menyebabkan 9 lokasi banjir dan 37 titik tanah longsor dengan kategori kecil hingga parah. Wilayah terdampak tersebar di beberapa kapanewon seperti Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, menjelaskan bahwa mayoritas kejadian berada di kawasan perbukitan di sisi utara yang memang rawan bencana saat intensitas hujan tinggi.

“Banjir dan longsor kemarin serta hari ini mayoritas terjadi di wilayah utara dengan kondisi daerah perbukitan sehingga rawan bencana,” jelasnya, Rabu (18/2/2026).

12 Rumah di Padukuhan Jono Terdampak Serius

Salah satu titik terdampak terparah berada di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen. Di lokasi ini, sebanyak 12 rumah tertimbun material longsor berupa lumpur, batu, dan pepohonan yang terbawa arus.

Akibatnya, 51 jiwa dari padukuhan tersebut harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan tim gabungan langsung bergerak melakukan penanganan darurat.

“Untuk penanganan awal kami lakukan pembersihan lumpur serta evakuasi pohon-pohon dan batu yang menjadi material longsor,” ujar Purwono.

Penanganan dilakukan sejak Rabu pagi hingga sore oleh tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, Tagana, TNI-Polri, Kaltana, relawan organisasi masyarakat, serta warga setempat.

Selain pembersihan material longsor, BPBD Gunungkidul juga melakukan asesmen cepat guna memetakan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak warga terdampak bencana.

“Kami melakukan assessment cepat di lokasi kejadian serta menyalurkan bantuan dukungan peralatan maupun permakanan untuk memudahkan penanganan bencana,” tambah Purwono.

Memasuki Rabu (18/2) siang hingga sore, hujan deras dan angin kencang masih terjadi di sejumlah wilayah Gunungkidul. Laporan tambahan berupa pohon tumbang dan longsor susulan juga terus masuk ke BPBD.

Salah satunya longsor di wilayah Hargomulyo, Gedangsari, yang sempat menutup akses jalan dan menyebabkan kerusakan pada bangunan warga.

“Puncak musim penghujan terjadi di Januari–Februari. Kami minta warga waspada terhadap kondisi sekitar dan rutin memperbarui informasi cuaca,” pintanya.

BPBD Gunungkidul terus mengingatkan dan mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait